Turing: Arsitektur GPU Nvidia Terbaru 2018

Pada acara SIGGRAPH 2018 yang digelar pada 12-16 Agustus 2018 di Vancouver, Kanada. Rumor yang selama ini ditunggu-tunggu akhirnya terjawab sudah. CEO Nvidia Jensen Huang secara formal menguak arsitektur GPU Nvidia terbaru yaitu Turing. Pada arsitektur GPU Turing ini tentu akan bayak lompatan besar dibandingkan arsitektur generasi sebelumnya. Lalu apakah keunggulan arsitektur Turing dibanding arsitektur sebelumnya yaitu Pascal?

Turing architecture sendiri adalah arsitektur GPU generasi ke delapan milik Nvidia. Arsitektur Turing pada GPU Nvidia ini memiliki kemampuan untuk melakukan rendering real-time Ray Tracing yang pertama kali di dunia. Apa itu Ray Tracing? Dalam dunia komputer grafis, ray tracing adalah suatu teknik rendering yang digunakan untuk mendapatkan efek pencahayaan yang sangat realistis. Mengapa cahaya yang di render dengan teknik ray tracing bisa sangat realistis. Karena ray tracing menggunakan algoritma yang dapat melacak jalur cahaya, dan mensimulasikan cara cahaya berinteraksi dengan objek. Misalnya ray tracing ini diterapkan pada game. Maka bayangan objek yang terkena cahaya dan pantulan cahaya yang mengenai objek akan terlihat realistis.
Nvidia GPU Turing Architecture
Nvidia GPU Turing Architecture, Image source:techspot.com

Jika dibandingkan dengan generasi Pascal, Turing memiliki performa enam kali lipat lebih tinggi dalah hal physics simulation. Arsitektur Turing GPU Nvidia memiliki dua core yang tertanam didalamnya, yaitu RT Core dan Tensor Core.

RT Core dan Tensor Core mempunyai fungsi masing-masing. RT Core berfungsi berfungsi agar rendering real-time ray tracing menjadi lebih mudah. Kemampuan RT Core dalam memproses ray tracing bisa mencapai 10 GigaRay per detik, kemampuan ray tracing ini 25 kali lebih cepat dibandingkan dengan generasi Pascal. Jika dibandingkan dengan CPU high end sekalipun, ray tracing pada RT Core bisa 30 kali lebih cepat.

Tensor Core pada GPU Turing, lebih menitik beratkan pada kemampuan komputasi untuk keperluan Deep Learning yang lebih efisien. Tensor Core sendiri memiliki kemampuan untuk melakukan 500 operasi Tensor per detik.

Baik RT Core dan Tensor Core diracik dalam sebuah SM (Streaming Multiprocessor) yang baru. Dengan demikian, maka kedua CORE tersebut dapat melakukan kalkulasi integer dan floating point secara paralel. GPU Nvidia berbasis Turing dapat memiliki CUDA Cores hingga 4.608 Cuda Cores. Dengan kemampuan seperti ini, GPU Turing bisa memproses 16 triliun instruksi Floating Point per detik pada operasi 16 bit.

Produk Nvidia yang pertama kali mengadopsi arsitektur GPU Turing adalah dari jajaran Quadro RTX yang mana adalah GPU yang ditujukan untuk para profesional. PAda kuartal ke empat, akan diumumpan Quadro RTX 8000, Quadro RTX 6000, dan Quadro RTX 5000.

Lalu bagaimana dengan seri GTX alias GeForce? Untuk saat ini GPU Turing memang masih dirilis untuk versi Quadro. Namun tidak dipungkiri bahwa arsitektur Turing juga akan diadopsi untuk jajaran GPU Geforce kedepannya.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home