Thursday, April 5, 2018

Review DeepCool Gammaxx 400 di AMD Ryzen 5 2400G

Ketika membeli Ryzen 5 2400G, saya merasa menggunakan cooler bawaan sudah cukup untuk mendinginkan APU ini. Karena APU ini hanya memiliki TDP (Thermal Design Power) hanya 65 Watt saja. Tapi setelah saya memakai Ryzen 5 2400G ini lebih dari sebulan sepertinya saya kurang puas dengan performa cooler Wraith Stealth bawaan AMD ini. Bahkan untuk pemakaian sehari-hari tanpa overclock.

Perlu anda ketahui bahwa APU Ryzen Raven Ridge series ini agak berbeda dibanding dengan seri CPU ryzen lainnya. Pada Raven Ridge series, antara silicone die dan IHS (Integrated Heat Spreader) hanya disatukan dengan semacam thermal paste biasa, seperti pasta-pasta biasa yang digunakan untuk melapisi permukaan CPU dengan cooler. Pada CPU Ryzen non Raven Ridge, antara silicone die dan IHS direkatkan dengan cara disolder menggunakan material Indium yang mahal harganya.

Cukup mengecewakan karena APU Ryzen Raven ridge series cuma diberi Thermal Interface Material (TIM) yang berupa pasta biasa saja dan tidak disolder. Hal ini menyebabkan thermal conductivity/ penghantaran panas dari silicone die ke IHS jadi jelek. Sedangkan CPU yang di solder tentu memiliki penghantaran panas yang lebih baik dibandingkan dengan yang hanya dikasih pasta saja. Mengapa APU Ryzen Raven Ridge tidak disolder seperti seri Ryzen lainnya? Tentu saja alasannya agar bisa menekan ongkos produksi dan harganya jadi murah. Karena CPU yang disolder memiliki ongkos produksi yang lebih tinggi, apalagi jika disolder menggunakan material Indium.

Saya menggunakan komputer berbasis Ryzen 2400G ini di ruangan non-AC yang berdebu. Jadi bisa anda bayangkan suhu ruangan yang mengikuti cuaca di sekitar. Jika cuaca panas tentu suhu ruangan ikutan panas, begitu juga sebaliknya. Inilah yang membuat saya ingin membeli cooler cpu aftermarket yang memiliki daya redam panas yang lebih baik dari cooler bawaan.

Setelah riset online saya menemukan beberapa Air CPU cooler dengan harga yang bersahabat. Salah satunya adalah DeepCool Gammaxx 400 yang menurut beberapa review adalah best budget Air CPU cooler. Pernah terbesit untuk membeli liquid cooling yang pakai radiator, tapi menurut saya liquid cooling untuk Ryzen 2400G ini terlalu overkill. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli DeepCool Gammaxx 400 secara online di toped. Akhirnya saya dapet harga yang lumayan murah, yaitu Rp300 ribu plus ongkos kirim.

Unboxing DeepCool Gammaxx 400 with Blue LED FAN

Setelah sampai di rumah, saya mulai membongkar isi box Gammaxx 400. Jika dilihat dari boxnya, Gammaxx 400 ini sudah mendukung hampir semua socket motherboard baik intel maupun AMD. Bahkan socket AMD AM4 yang kekinian juga sudah support. Hal ini bisa dilihat dari kelengkapan dudukkan soket yang didapat dari dalam box. Pada spesifikasinya, DeepCool Gammaxx 400 memiliki kemampuan untuk mendingankan CPU dengan TDP maksimal 130 Watt. Jadi untuk mendinginkan Ryzen 2400G yang mempunyai TDP 65 Watt harusnya enteng seng lah ya.
unboxing Deepcool Gammaxx 400
Deepcool Gammaxx 400
unboxing Deepcool Gammaxx 400
Deepcool Gammaxx 400
unboxing Deepcool Gammaxx 400
Deepcool Gammaxx 400
Deepcool Gammaxx 400 dengan 4 buah heatpipe
 Deepcool Gammaxx 400 dengan 4 buah heatpipe

Saya sedikit kaget ketika pertama kali melihat pendingin ini. Ternyata ukurannya cukup besar. Bahkan ketika dibandingkan dengan pendingin bawaan Ryzen 5 2400G yaitu Wraith Stealth, Gammaxx 400 terlihat jauh lebih bongsor. Gammaxx 400 sudah dilengkapi kipas bawaan berukuran 12CM dengan LED biru. Kipasnya sudah support Pulse-Width Modulation (PWM), sehingga kecepatan putaran kipas (rpm) bisa secara otomatis sesuai dengan temperatur CPU. Kecepatan maksimal putaran kipas Gammaxx 400 adalah 1500 rpm.
Kelengkapan pembelian Deepcool Gammaxx 400
Kelengkapan pembelian Deepcool Gammaxx 400

Jika dilihat dari built quality, mungkin Gammax 400 bukan yang terbaik. Sirip-sirip alumuniumnya mudah bengkok, jadi hati-hatilah ketika memasang cooler ini. Yang istimewa dari cooler ini, sudah ada 4 buah heatpipe yang langsung kontak dengan CPU, Sehingga perambatan panas akan lebih cepat tersalurkan dari IHS CPU ke sirip-sirip alumunium untuk didinginkan.

Permukaan kontak Deepcool Gammaxx 400 yang tidak halus
Permukaan kontak Deepcool Gammaxx 400 yang tidak halus
Tapi ada salah satu kekurangan dari DeepCool Gammaxx 400 yang benar-benar saya tidak suka. Yaitu permukaan pendingin yang bersentuhan dengan CPU tidak halus dan banyak gelombang-gelombang. Harusnya permukaan yang bergelombang ini dipoles lagi supaya lebih halus. Permukaan yang tidak halus ini menghambat perpindahan panas dari CPU ke cooler.

Proses Pemasangan DeepCool Gammaxx 400 di Motherboard Socket AM4

Untuk memasang DeepCool Gammaxx 400 di socket AMD AM4 memang tricky and such a pain in the butt. Jika sebelumnya anda menggunakan pendingin bawaan AMD seperti Wraith Stealth. Berarti anda harus memasang kembali 2 bracket plastik bawaan ke motherboard. Kemudian pasang besi kait "khas" AMD ke cooler dengan 4 buah skrup yang disediakan.
Bracket plastik pada socket AM4
Bracket plastik pada socket AM4
Pemasangan besi kait 'khas' AMD pada Gammaxx 400
Pemasangan besi kait 'khas' AMD pada Gammaxx 400

Pemasangan Gammaxx 400 ke soket AM4 memang butuh perjuangan ekstra. Seumur hidup baru kali ini saya merasa kesusahan memasang CPU cooler ke motherboard. Hal ini karena pendingin dipasang menggunakan sistem kait "khas" AMD yang mana untuk Gammaxx 400 ini sangat keras, bahkan jika dipaksa dengan kuat pun tetap sulit terpasang. Bisa-bisa motherboardnya yang malah patah atau rusak. Solusinya adalah dengan mengendorkan skrup pada kedua bracket plastik yang ada di motherboard AM4. Setelah bracket plastik dikendorkan, kait cpu cooler bisa terpasang dengan mudah.
Gammaxx 400 sudah terpasang di motherboard socket AM4
Gammaxx 400 sudah terpasang di motherboard socket AM4
Gammax 400 sukses terpasang setelah mengendurkan skrup bracket pada socket AM4
Gammax 400 sukses terpasang setelah mengendurkan skrup bracket pada socket AM4


Review dan Test DeepCool Gammaxx 400 di AMD Ryzen 5 2400G

Dalam pengetesan ini, DeepCool Gammaxx 400 akan di test pada Ryzen 5 2400G dengan kecepatan default 3,6Ghz non-overclock. Aplikasi yang saya gunakan untuk melakukan stress-test CPU adalah Prime95 dengan dua metode stress-test yaitu:

1. Blend test, stress-test CPU yang juga melibatkan RAM.
2. Small FFTs test, test yang paling berat membuat CPU mengeluarkan temperatur maksimal.
Prime95 Small FFTs test pada Ryzen 5 2400G
Prime95 Small FFTs test pada Ryzen 5 2400G

Masing-masing tes akan dilakukan dengan durasi 15 menit. Temperatur akan dibandingkan antara memakai cooler bawaan dan Gammaxx 400. Saat melakukan tes ini temperatur diruangan saya adalah 31°C non-AC, lumayan panas. Dan inilah hasil testnya:

Memakai cooler Wraith Stealth (CPU cooler bawaan):

Suhu Idle: 38°C
Suhu idle
Suhu idle

Suhu Prime95 Blend Test: Maksimal: 85°C, Realtime: 78°C
Suhu Prime95 Blend Test
Suhu Prime95 Blend Test

Suhu Prime95 Small FFTs Test: Maksimal: 92°C, Realtime: 90°C
Suhu Prime95 Small FFTs Test
Suhu Prime95 Small FFTs Test


Memakai DeepCool Gammaxx 400:

Suhu idle: 33-34°C, mohon maaf saya lupa nyimpen skrinsutnya.

Suhu Prime95 Blend Test: Maksimal: 72°C, Realtime: 71°C
Suhu Prime95 Blend Test
Suhu Prime95 Blend Test

Suhu Prime95 Small FFTs Test: Maksimal:78°C, Realtime: 77°C
Suhu Prime95 Small FFTs Test
Suhu Prime95 Small FFTs Test


Dari data diatas dapat diketahui bahwa pada Prime95 Blend test saat menggunakan cooler bawaan diperoleh suhu maksimal sebesar 85°C. Sedangkan pada saat menggunakan DeepCool Gammaxx 400, diperoleh suhu maksimal sebesar 72°C. Artinya, jika dibandingakn dengan cooler bawaan. Gammaxx 400 dapat menurunkan suhu maksimal sebesar 13°C pada Prime95 Blend Test.

Kemudian pada Prime95 Small FFTs Test, suhu maksimal saat menggunakan cooler bawaan adalah sebesar 92°C. Sedangkan saat menggunakan DeepCool Gammaxx 400 diperoleh suhu maksimal sebesar 78°C. Artinya, jika dibandingkan dengan cooler bawaan. Gammaxx 400 dapat menurunkan suhu maksimal sebesar 14°C pada Prime95 Small FFts test.

Test Gammaxx 400 pada Ryzen 5 2400G yang di Overclock ke 3.95GHz @1.4V

Pada test ini saya tidak akan membandingkan hasil antara memakai DeepCool Gammaxx 400 Vs Cooler bawaan. Karena saya pernah memakai cooler bawaan saat OC Ryzen 5 2400G ke 3.9Ghz. Saat di stress-test menggunakan Prime95 Small FFTs, suhu bisa mencapai lebih dari 95°C. Menurut saya ini mengerikan.

Pada test overclock ini, stress-test yang saya gunakan ada dua yaitu Prime95 Small FFTs dan Rendering DaVinci Resolve Studio. Proses lengkapnya bisa dilihat pada video dibawah ini:

Hasil test DeepCool Gammaxx 400 on Ryzen 5 2400G 3.95 GHz @1.4V
Temperatur ruangan 33°C non-AC

Idle: ~34°-36°C

Prime95 Small FFTs stress test:
Max: 87°C
Realtime: 86°C

DaVinci Resolve Studio Render Test:
Max: 84°C
Realtime: 74°C

Pada saat Ryzen 5 2400G di Overclock ke 3.95GHz, suhu tidak pernah menyentuh 90°C saat stress-test.

Kesimpulan

Itulah unboxing dan review CPU Cooler DeepCool Gammaxx 400 di Ryzen 5 2400G baik saat Overclock maupun tidak overclock. Secara umum, Gammaxx 400 bisa menurunkan suhu sebesar 14°C saat stress-test jika dibandingkan dengan cooler bawaan. Menurut saya memang bukan CPU Cooler terbaik. Tapi melihat harganya yang terjangkau dan kemampuannya yang lumayan, Gammaxx 400 bisa menjadi pilihan bagi anda yang ingin mengganti CPU cooler bawaan ke cooler yang lebih baik.

Share this post

Baca juga:

Review DeepCool Gammaxx 400 di AMD Ryzen 5 2400G
4/ 5
Oleh