Sunday, September 3, 2017

Review Earphone Knowledge Zenith KZ-HDSE Bluetooth 4.1 aptX

Kali ini, mumpung ada waktu untuk nulis. Saya ingin mereview sebuah earphone bernama Knowledge Zenith KZ-HDSE Bluetooth 4.1 aptX. Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya membeli earphone dengan koneksi bluetooth dan bukan yang pakai kabel biasa. Jadi gini, dikarenakan kegiatan lapangan saya membutuhkan mobilitas yang tinggi, saya juga membutuhkan sesuatu yang serba praktis. Saya ingin tetap bisa mendengarkan musik tanpa harus terganggu dengan ribetnya menggulung dan mencolok kabel earphone.

Sempat bingung ingin membeli earphone bluetooth yang mana. Akhirnya pilihan jatuh ke Knowledge Zenith KZ-HDSE. Alasannya, saya mempunyai pengalaman manis pada produk earphone dari Knowledge Zenith sebelumnya yaitu KZ-ZS3 yang menurut saya kualitas suaranya cukup OK. Selain itu harga KZ-HDSE yang menurut saya termasuk murah, sehingga cocoklah untuk kaum kerehore seperti saya.
Kelengkapan KZ-HDSE
Kelengkapan KZ-HDSE

Ok langsung kita unboxing saja. Dilihat dari boxnya, bentuk dan warnanya mirip dengan produk Knowledge Zenith KZ-ZS3 yang pernah saya review sebelumnya. Yang kita dapatkan saat unboxing adalah; KZ-HDSE, 1 buah kabel micro USB, manual bahasa china dan 3 pasang ear-tip cadangan. Lagi-lagi yang saya sayangkan adalah kenapa tidak ada instruksi manual berbahasa inggris.
Bentuk KZ-HDSE
Bentuk KZ-HDSE

Ketika kita meraba earphone ini, yang saya rasakan adalah seperti memegang tekstur karet halus. Pada earphone sebelah kanan kita akan mendapatkan tiga buah tombol yang bisa digunakan untuk mengoperasikan perangkat ini. Selain itu juga ada microphone, port microUSB untuk charging, serta LED indikator. Pada port microUSB ada semacam penutup/pelindung yang menurut saya sulit untuk dibuka. Secara umum, built quality dari KZ-HDSE ini lumayan bagus menurut saya walaupun tidak terkesan premium.
Tombol KZ-HDSE
Tombol KZ-HDSE

Selain sudah menggunakan Bluetooth 4.1, kenggulan KZ-HDSE lain yang saya suka adalah sudah mengusung teknologi (codec) aptX yang mungkin tidak ada di earphone lain di rentang harga yang sama. Kebanyakan earphone bluetooth murah yang beredar saat ini masih menggunakan teknologi SBC (Sub Band Codec), yang jika digunakan untuk mendengarkan musik pasti terjadi penurunan kualitas dan suara musik jadi jelek.
KZ-HDSE

Apa itu AptX? AptX adalah sebuah codec yang berfungsi untk mengubah sinyal audio menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga bisa lebih mudah dipancarkan dan diterima oleh perangkat bluetooth secara efisien. Keunggulan codec aptX diatas SBC yaitu, aptX berjalan pada bitrate sebesar 354 kb/s dan tidak naik-turun. Sedangkan SBC hanya berjalan pada bitrate dibawah 200 kb/s. Secara kualitas suara tentu aptX lebih unggul karena bisa menghasilkan suara dengan kualitas setara CD. Untuk masalah latency, aptX masih diatas SBC. AptX mempunyai latency 40 milidetik, sedangkan SBC mempunyai latency sebesar 220 milidetik. Latency ini akan terasa jika kita menonton video youtube atau film. Jika latency terlalu besar maka akan terjadi delay antara gambar dan suara yang kita dengar. Jadi akan terasa tidak sinkron antara mulut dan suara. Jadi jika anda ingin mendengarkan musik via earphone bluetooth. Pastikan sudah mendukung codec minimal aptX atau bahkan yang lebih baru aptX HD. Pastikan juga perangkat atau smatrphone anda juga sudah mendukung teknologi aptX.

Untuk menghubungkan KZ-HDSE ke smartphone caranya mudah. Hidupkan bluetooth di smartphone, untuk melakukan pairing pertama kali. Tekan dan tahan tombol play di KZ-HDSE yang letaknya di tengah selama beberapa detik sampai terdengar "power on", tetap tekan dan tahan beberapa detik lagi sampai masuk ke mode pairing. Pada bluetooth smartphone akan terdeteksi sebagai "HDSE". Jika sudah paired dan connected, tak lama kemudian akan muncul logo "Qualcomm aptX" di layar smartphone jika smartphone anda sudah support aptX. Oh iya, smartphone yang saya gunakan adalah Asus Zenfone 3 ZE520KL.
Pairing KZ-HDSE ke Asus Zenfone 3 ZE520KL
Pairing KZ-HDSE ke Asus Zenfone 3 ZE520KL

Untuk kualitas suara, jujur KZ-HDSE masih dibawah KZ-ZS3. Mungkin karena KZ-ZS3 koneksinya pake kabel, sedangkan KZ-HDSE pake bluetooth. Walaupun sudah pakai teknologi aptX namun tetap saja earphone dengan kabel akan lebih bagus dalam menghantarkan sinyal audio. Untuk kualitas bass, boleh dikatakan KZ-HDSE cukup ok lah. Namun untuk treble menurut saya agak kurang, ibaratnya kita mau lompat setinggi mungkin tapi malah kepentok atap.

Menurut klaim, baterai KZ-HDSE bisa bertahan selama 10 jam jika dipakai secara terus-menerus. Namun setelah saya uji sendiri untuk mendengarkan musik dan nonton film. Baterai KZ-HDSE bisa bertahan selama 9,5 jam dari kondisi terisi penuh hingga benar-benar mati. Ada yang sedikit aneh dengan peringatan baterai pada KZ-HDSE. Jika baru digunakan 1-2 jam akan terdengar peringatan "Battery medium", padahal battery masih banyak.

Kelemahan KZ-HDSE adalah, mungkin karena pakai koneksi bluetooth, jadi suara yang terdengar kadang suka putus-putus. Kemudian, walaupun sudah menggunakan codec aptX yang katanya minim latency. Namun kadang saya menemukan latency yang menganggu ketika nonton video atau film. Misalnya ketika saya nonton serial Game of Thrones season 7 kemarin, kadang tidak sinkron antara suara dan gerakan mulut sang aktor. Jika sudah begini saya selalu disconnect kemudian re-connect KZ-HDSE supaya suara dan gambar menjadi sinkron kembali.

Review KZ-HDSE setelah 4 bulan

Saya membeli earphone KZ-HDSE pada awal bulan Mei 2017 seharga Rp 175.000 di toko online. Dan saat review ini ditulis yaitu awal bulan September 2017, berarti saya sudah menggunakan KZ-HDSE selama 4 bulanan. Saya setiap hari membawa KZ-HDSE didalam tas ketika tugas lapangan. Saya setiap hari menggunakan KZ-HDSE untuk mendengarkan musik, nonton video dan film. Saya suka menggunakan KZ-HDSE karena tidak perlu repot-repot menancapkan kabel ke smartphone ketika ingin mendengarkan musik. Walaupun harus dibayar dengan kualitas audio yang tidak sebaik menggunakan earphone yang menggunakan kabel.

Selama pemakaian 4 bulan ini belum ada keluhan dan kerusakan yang berarti. Hanya saja karet penutup microUSB sudah patah karena saya membukanya dengan kasar. Selain itu fisik KZ-HDSE masih mulus. Salah satu perhatian terbesar saya adalah baterai pada KZ-HDSE. Pada waktu pertama kali beli, baterei KZ-HDSE sanggup bertahan hingga 9,5 jam. Seiring pemakaian terus menurus selama 4 bulan, kini baterai KZ-HDSE hanya sanggup bertahan hingga 7-8 jam saja.
KZ-HDSE
KZ-HDSE

Kesimpulan

Dengan harga yang kerehore, kita sudah bisa mendapatkan bluetooth earphone dengan fitur aptX dan baterai yang bisa bertahan hinggan 10 jam. Namun begitu untuk kualitas suara, KZ-HDSE agak kurang jika dibandingkan dengan earphone yang menggunakan koneksi kabel.

Referensi:
 https://www.lifewire.com/what-is-aptx-3134709
https://en.wikipedia.org/wiki/Lossy_compression
Disqus Comments