Sunday, February 19, 2017

Review Yamaha NMAX Non-ABS 2017

Seharusnya review tentang Yamaha NMAX ini sudah dipublish pada akhir Januari 2017 yang lalu. Tapi karena saya ketiduran terus, jadinya molor deh hehe. Review Yamaha Nmax di tahun 2017 ini boleh dikatakan ketinggalan jaman atau apalah. Karena sejak diluncurkan tahun 2015 silam, sudah banyak review Yamaha Nmax yang beredar.

Tapi kalau kalian butuh review motor Yamaha Nmax dari lubuk hati yang paling dalam, silahkan baca artikel ini sampai habis. Karena review ini tidak dibayar oleh siapapun, malah gue yang keluar duit buat beli bensin.. wkwkwk. Oke, kondisi Nmax yang saya review ini boleh dikatakan masih standar ting-ting karena emang baru keluar dari dealer. Bahkan plat nomernya pun belum keluar sampe artikel ini ditulis, dan saya sudah mengendarai Nmax ini hampir dua bulan, sehingga cukup dapetlah input kelebihan dan kekurangan dari motor ini.
Yamaha Nmax

Tampilan dan desain Yamaha Nmax

Oke langsung saja, ya. Kita mulai dari desain dan tampilan. Tampilan yamaha Nmax, seperti yang sudah kita ketahui memiliki body yang amat bongsor. Jika anda pertama kali melihat skutik ini mungkin anda akan kaget, ih gede banget! dan berat. Jujur saya sendiri ketika pertama kali melihat Nmax waktu pertama kali keluar pada tahun 2015 yang lalu merasa terheran-heran, kenapa Yamaha berani masukin skutik bongsor ke tanah air. Apa nanti ada yang beli? Namun pada kenyataannya, sampe awal tahun 2017 ini sudah banyak sekali Nmax yang berkeliaran di jalanan. Mulai dari yang tampilannya standar maupun yang tampilannya sudah full modif. Dengan banyaknya Nmax yang keliaran di jalanan, Saya pun jadi lumrah melihat body Nmax yang bongsor itu.
Yamaha Nmax tampak depan
Tampak Depan
Yamaha Nmax tampak belakang
Tampak Belakang
Lampu depan Yamaha Nmax Sudah LED, jadi terang
Lampu depan sudah LED
Lampu belakang Yamaha Nmax
Lampu Belakang
Panel Instrument Yamaha Nmax
Electronic Instrument Cluster
Dari sisi desain, lagi-lagi saya saya harus jujur. Pertama kali melihat Nmax di tahun 2015 memang terasa agak aneh dan nyeleneh. Namun di tahun 2017 ini saya melihat desain Nmax wajar-wajar saja. Desain itu masalah selera sebenernya, kalau anda suka skutik bongsor dengan desain yang kalem berarti anda cocok dengan desain Nmax ini.
Emblem Nmax
Emblem Nmax

Pada bagian stang, cukup lebar dan tidak sempit. Jika anda berbadan besar tapi naiknya skutik kecil, kadang menemui kendala seperti ketika melihat spion, eh tapi yang terlihat malah badan anda sendiri. Nah, di Nmax karena stang cukup lebar sehingga tidak ditemui masalah spion tersebut, sangat cocok dengan ukuran badan yang besar. Tombol-tombol di bagian stang mirip dengan tombol pada skutik Yamaha pada umumnya, ada tombol start, lampu dekat/jauh, dan klakson. Sayang sekali tidak ditambahkan tombol hi-beam atau lampu tembak yang menurut saya cukup fungsional pada skuter besar seperti Nmax. kemudian pada stang juga terdapat tuas rem yang dua-duanya terlohat indikator minyak remnya karena baik rem depan maupun belakang Nmax menggunakan rem cakram.
saklar dan tombol pada stang Yamaha Nmax
Saklar dan tombol pada stang

Yang terlihat tidak konvensional pada stang Nmax ini adalah peletakan Instrument Cluster (Speedometer). Jika kebanyakan motor bebek maupun skutik meletakkan instrument cluster di tengah-tengah stang, maka pada Nmax Instrument Cluster diletakkan di depan secara terpisah seperti pada motor kopling atau pada motor sport.

Kelengkapan dan fitur Nmax

Instrument Cluster pada Nmax ini full electronic alias semua informasi disajikan secara digital. Informasi yang disajikan Instrument Clusternya cukup lengkap, seperti speedomoter, odometer, odometer oli, odometer trip 1, odometer trip 2, V-belt Trip,  fuel gauge (indikator bensin), indikator keiritan bensin (Instant Fuel Economy meter), konsumsi rata-rata bensin km/liter, konsumsi rata-rata bensin secara real time, dan jam. Kemudian ada lampu indikator sein, injeksi, serta lampu indikator temperatur. Selain itu ada dua tombol fisik untuk memilih mode dan reset. Boleh dikatakan instrument cluster Nmax ini cukup lengkap dan informatif.

Kemudian kita turun sedikit ke bagian kontak atau ignition key. Di bagian kunci kontak ini menurut saya biasa saja seperti kontak milik skutik kecil Yamaha yang lain. Seharusnya sebagai skutik premium ditambah beberapa fitur yang unik seperti bisa menyala dalam gelap misalnya, atau seperti di Mio Fino yang kuncinya dikasi remote supaya bisa bunyi dan ketika dipencet dari jarak jauh.
Ignition key Yamaha Nmax
Ignition Key

Untuk bagian kompartemen alias tempat penyimpanan di bawah stang bagian kiri, menurut saya sudah cukup luas dan ok. Bisa untuk meyimpan smartphone, botol air mineral 600ml, serta pernak-pernik berkendara seperti masker dan sarung tangan.
Kompartemen Nmax
Kompartemen Nmax

Di bagian tengki bensin pun terlihat tidak konvensional. Tengki bensin terletak diantara jok dan stang bagian bawah, agak mirip motor sport, jadi kalau mengisi bensin anda tidak perlu turun dari motor. Tapi saran saya anda tetap turun ketika mengisi bensin Nmax karena kalian pasti ga tega melihat petugas pengisi bbm nunduk-nunduk didepan anda. Kapasitas tengki bensin Nmax sebanyak 6,6 liter.
Tutup tangki Bensin Nmax
Tutup tangki Bensin Nmax

Bagian bagasi dibawah jok sangat luas. Saya sangat terbantu dengan luasnya bagasi Nmax, karena bisa untuk menyimpan berbagai macam barang bawaan. Bisa sih untuk menyimpan helm half-face, tapi helmnya dalam keadaan terbalik.
Bagasi Nmax
Bagasi Nmax

Feel Berkendara

Kemudian langsung ke Riding Position. Untuk riding position Yamaha Nmax patut diacungi jempol, enak banget. Posisi stang yang tinggi, dipadu dengan dek tempat kaki yang bisa buat selonjoran. Sayang walaupun pijakan kakinya bisa buat selonjoran, namun tidak terlalu lebar karena ditengah-tengah ada tanki bensin, Jadi kaki saya kadang suka keluar dari pijakan kaki. Tapi secara keseluruhan tempat untuk menaruh kaki di Yamaha Nmax ini enak banget.
Tempat pijakan kaki di Nmax enak
Tempat pijakan kaki di Nmax enak

Buat yang bertanya-tanya apakah posisi jok Nmax itu tinggi? Enggak juga sih. Jika dibandingkan dengan skutik MIO M3 atau skutik kecil lainnya memang jok Nmax lebih tinggi. Namun jika dibandingkan dengan motor bebek biasa atau motor sport, boleh dikatakan ketinggian joknya sama. Saya yang mempunyai postur tubuh pendek pun (160an CM) bisa menapak kakinya ketika menaiki Nmax, walaupun jinjit. Untuk kenyamanan jok, Nmax mempunyai jok yang lebar, jadi cocoklah untuk menopang pantat saya yang lebar. Tapi untuk berkendara jarak jauh tetap saja membuat pantat hamba panas.
Jok dan behel Nmax
Jok dan behel Nmax

Untuk rasa berkendara, pada awalnya memang terasa aneh dan kagok ketika pertama kali megendarai Nmax ini. Namun lama kelamaan enak juga. Sebelumnya pernah under estimate soal handling dan kelincahan motor ini. Tapi setelah dikendarai dan kita terbiasa ternyata enak buat manuver dan selap-selip. Begitu juga dengan radius putarnya, karena stangnya bisa ditekuk sampe maksimal membuat motor ini gampang untuk putar balik. Overall untuk riding position, feel berkendara, dan handling Yamaha Nmax ini enak banget. Saya sendiri ketika terbiasa enak naik Nmax, kemudian naik skutik seperti Mio m3 atau Mio Soul GT jadi terasa aneh.
Pijakan kaki Nmax yang enak
Pijakan kaki Nmax yang enak

Sayangnya, feel berkendara dan handling yang enak ini agak tercoreng dengan suspensi belakangnya. Jika anda pernah naik skutik Yamaha sebelumnya, tentu anda akan mengenali bagaimana kerasnya suspensi belakang skutik yamaha. Hal yang menciri ini juga ada di Nmax, jadi mitos yang beredar tentang kerasnya shock belakang Nmax ini ada benarnya. Padahal menurut saya, kaki-kaki di Nmax ini sudah cukup ok. Ban depan dan belakang yang gede banget, rem depan belakang cakram bahkan ada yang berfitur ABS. Suspensi depan sudah cukup ok menurut saya, tapi dua suspensi belakang Nmax ini kayaknya perlu di adjust lagi deh. Jika anda sering lewat di jalan yang rusak atau tidak rata pasti merasakannya.

Nah, suspensi yang keras ini menurut Yamaha memang berguna ketika kita melewati tikungan pada kecepatan tinggi supaya lebih stabil. Maklum embel-embel Nmax kan sebagai Ultimate Sports Matic, jadi harus stabil pada kecepatan tinggi. Kesimpulannya, suspensi belakang Nmax ini baru enak kalo buat boncengan. Hal lain yang menurut saya kurang dari Nmax adalah ketika melewati jalan yang rusak dan kasar suka bunyi BRAK! BRAK! Bunyi brak brak ini mengingatkan saya pada Supra X 125 milik saya dulu yang ketika melewati jalan yang rusak atau tidak rata juga suka bunyi brak! brak! Ya walaupun di Nmax tidak terlalu keras tapi cukup aneh saja untuk motor baru.
Suspensi belakang Nmax yang gitu deh..
Suspensi belakang Nmax yang gitu deh..
Cover
Cover
Rem cakram depan Nmax
Rem cakram depan Nmax
Sensor kecepatan dan ABS Nmax
Sensor kecepatan dan ABS Nmax

Mesin

Kemudian untuk performa mesin, menurut pengalaman saya ketika ngegas Nmax pertama kali memang terasa bedanya dibanding ketika naik motor skutik 125 cc. Nmax terasa lebih galak! Ya maklum wong mesin Nmax 155 cc pasti lebih besar powernya. Jadi jika anda terbiasa dengan skutik dengan mesin 125 cc atau dibawahnya pasti agak kaget ketika beralih ke Nmax untuk pertama kali. Bahkan mungkin bisa nyendal-nyendal. Memang butuh penyesuaian pada awalnya namun tidak sesulit yang anda bayangkan. Untuk mencapai kecepatan 60-70 km/jam tidak membutuhkan effort atau usaha yang berat jika naik Nmax. Untuk top speed belum belum pernah saya uji secara mendalam. Namun kecepatan tertinggi yang pernah saya raih adalah 101 km/jam. Sebenarnya masih bisa tinggi lagi namun saya ga berani.
CVT Nmax
CVT Nmax
Knalpot Nmax
Knalpot Nmax
Radiator Nmax
Radiator Nmax

Keiritan dan konsumsi BBM Yamaha Nmax

Bagi yang penasaran dengan rata-rata konsumsi BBm pada yamaha Nmax. Saya sempat mengukur rata-rata konsumsi bensin Nmax. Sebelumnya kita harus sedikit mengenal mesin Nmax. Mesin Nmax yang mempunyai embel-embel Bluecore dan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) ini mempunyai kubikasi 155 cc dengan perbandingan kompresi mesin 10:1. Dengan perbandingan kompresi mesin 10:1, sebenarnya sudah cukup diisi bensin beroktan 90 macem Pertalite. Namun pengujian konsumsi rata-rata BBm yang saya lakukan pada Nmax akan saya isi dengan Pertamax 92.

Dengan mesin embel-embel Bluecore, harusnya sih konsumsi BBM Nmax ini irit ya. Tapi konsumsi bensin juga dipengaruhi oleh gaya berkendara juga. Kemudian untuk teknologi VVA pada Nmax ini, singkatnya bisa mengatur besar kecilnya bukaan klep (valve) sesuai dengan besarnya rpm mesin. Jadi jika kita ngegas motor pelan-pelan dan putaran mesin dibawah 6000 rpm maka bukaan klep akan kecil sehingga konsumsi bensin akan irit. Jika gas dibuka penuh alias dibejek, kemudian putaran mesin >6000 rpm, maka bukaan klep akan besar sehingga campuran bensin-udara yang masuk akan kaya sehingga mesin akan mengeluarkan power yang besar.

Dari dulu saya penasaran banget dengan Variable Valve Actuation (VVA) dan pengaruhnya terhadap konsumsi bbm. Ok langsung saja ya, untuk mengetahui konsumsi rata-rata bbm pada Nmax akan saya lakukan dengan dua cara. Pertama, melalui petunjuk rata-rata konsumsi bbm yang tertera di Instrument Cluster (AVE F/ECO). Kedua, dengan mengukur rata-rata konsumsi bensin dengan metode Full to full.

Baiklah, untuk rata-rata konsumsi bensin, ketika saya menggunakan Yamaha Nmax untuk berkendara keluar kota dengan kondisi jalanan yang lancar dan tidak macet, serta cara berkendara yang kalem, tidak ngebut, gas pelan-pelan, dan kecepatan tidak melebihi 60 km/jam. Setelah menempuh jarak 94,8 km, menurut indikator AVE F/ECO rata-rata konsumsi bensin yang saya dapatkan adalah 53,9 km/liter. 
Rata-rata konsumsi BBM pada Nmax jika dikendarai dengan santai
Rata-rata konsumsi BBM pada Nmax jika dikendarai dengan santai

Sedangkan jika mengendarai Nmax secara standar alias kadang pelan kadang ngebut, rata-rata konsumsi bensin yang saya dapatkan menurut AVE F/ECO adalah 44.8 km/liter.
Jarak yang bisa ditempuh Nmax dengan bensin 1 liter jika dikendarai secara wajar
Jarak yang bisa ditempuh Nmax dengan bensin 1 liter jika dikendarai secara wajar

Nah untuk pengujian rata-rata konsumsi bbm Nmax dengan metode full to full. Sebelumnya saya jelaskan dulu apa itu metode full to full. Jadi pengujian dengan metode full to full itu diisi bensin sampai benar-benar full tank, kemudian digunakan berkendara seperti biasa sampe bensinya mau habis. Trus diisi lagi bensin sampai full tank. Jangan lupa catat juga jarang tempuh, dan minta nota atau tanda terima waktu isi bbm, jadi kita tahu berapa liter bensin yang kita isikan. Kemudian total jarak tempuh dibagi dengan jumlah bensin yang diisikan dan kita akan mendapat rata-rata konsumsi bbm.
Pengujian Konsumsi BBm Nmax metode Full-to-full
Pengujian Konsumsi BBm Nmax metode Full-to-full

Nah, setelah saya isi bbm full tank, kemudian saya gunakan untuk berkendara seperti biasa sampai bensin tersisa 1 bar dengan jarak tempuh 266,7 Km. Kemudian saya isi lagi bensin hingga full tank dengan jumlah 5,45 liter. Dari sini kita sudah bisa mendapatkan rata-rata konsumsi bbm Yamaha Nmax dengan metode full to full yaitu:

266,7 / 5,45 = 48,93 km/liter

Jadi dengan metode pengukuran full to full pada Nmax diperoleh rata-rata 48,93 km/liter. Namun konsumsi bbm tentu dipengaruhi juga oleh cara berkendara. Karena pernah juga Nmax ini di pinjem sama orang lain dan ketika saya lihat rata-rata AVE F/ECO cuma 33 km/liter. Kemungkinan orang yang pinjem ini tangannya ga pernah sekolah atau memang seneng bejek gas.

Kesimpulan

Oke, itulah review singkat saya mengenai Yamaha Nmax Non-ABS. Namun sebelum saya akhiri ada satu hal lagi yang mengganjal lagi tentang Nmax dan mungkin ini juga masuk dalam daftar kekurangannya. Ketika saya mengendarai Nmax di waktu hujan, saya menemukan embun yang terjebak pada lampu depan Nmax. Entahlah hal ini normal atau tidak.
Lampu depan Nmax yang suka ngembun ketika hujan
Lampu depan Nmax yang suka ngembun ketika hujan

Kesimpulannya, Yamaha Nmax ini adalah skutik yang mungkin paling nyaman yang pernah saya coba, riding position enak, manuver dan handling enak, power mesin juga lumayan. Instrument Clusternya lengkap dan kapasitas bagasinya juga besar. Namun ada kekurangan di bagian suspensi belakang yang menurut saya agak keras. Walaupun motor ini bisa juga buat ngebut, tapi saya lebih suka naik motor ini secara santai. Buat kalian yang cewek juga tidak ada salahnya naik Nmax, yang penting kakinya nyampe. hehe.

Share this post

Baca juga:

Review Yamaha NMAX Non-ABS 2017
4/ 5
Oleh