Tuesday, October 18, 2016

Unboxing & First Impression Asus ZenFone 3 ZE520KL RAM 3GB Memory 32GB

Akhirnya saya memberanikan diri untuk membeli smartphone ZenFone keluaran Asus. Sedikit cerita, dulu pada tahun 2014 Asus mengeluarkan ZenFone generasi pertama yang boleh dibilang mempunyai spesifikasi yang oke jika dibandingkan dengan harganya yang murah. Namun saya urung membeli karena waktu itu ketersediaan barangnya langka di pasaran karena distribusinya masih kacau. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk membeli ZenFone dan beralih ke merek lain.

Selain itu karena ZenFone gen 1 dan 2 memakai SoC dari intel yang notabene memiliki arsitektur x86 yang sebenarnya memiliki performa yang bagus, namun jika dibandingkan dengan arsitektur mobile ARM, arsitektur x86 akan lebih boros daya dan panas. Hal ini karena arsitektur x86 memang awalnya digunakan di PC yang tidak mempermasalahkan daya dan pendinginan. Bisa anda lihat di review-review Asus ZenFone yang memakai Soc Intel yang cenderung panas dan boros baterai. Untuk development aplikasi dalam hal ini pada OS Android, arsitektur ARM selalu lebih unggul dan selalu diutamakan developer karena memang android dikembangkan di arsitektur mobile ARM. Masih ingatkah anda beberapa waktu yang lalu ketika game Pokemon Go diluncurkan? Perangkat dengan SoC Intel kebagian Game Pokemon Go belakangan karena Developer belum memporting game ke arsitektur x86.

Untuk ZenFone 3 berbeda! Sejak diumumkan pada acara Komputek di Taiwan pada Mei 2016, saya langsung menaruh hati pada ZenFone 3. Karena ZenFone 3 series sangat berbeda dengan seri-seri ZenFone sebelumnya. Perbedaannya adalah pada ZenFone 3 series sudah tidak lagi menggunakan Soc Intel, melainkan SoC dengan CPU yan memiliki arsitektur ARM seperti Qualcomm Snapdragon series. Kemudian dari sisi desain desain, ZenFone 3 memiliki garis desain yang berbeda sekali dibanding seri ZenFone sebelumnya dan kini terlihat jauh lebih baik dan mewah menurut saya.
Asus ZenFone 3 ZE520KL
Asus ZenFone 3 ZE520KL

Pada saat diluncurkan di Komputek Taiwan, ZenFone 3 memiliki harga yang sebanding dengan spesifikasi yang ditawarkan. Namun setelah diluncurkan di beberapa negara lain harganya naik banyak dan cenderung overprice. Ternyata Asus ingin naik kelas dengan meninggalkan image gadget yang murah namun mempunyai spesifikasi tinggi. Banyak yang kecewa ketika Asus Zenfone naik kelas, karena bamyak yang menilai Asus belum pantas untuk disejajarkan dengan  merek-merek lain seperti Samsung dan LG dalam dunia smartphone. Menurut anda apakah Asus Zenfone 3 series layak dibeli? Mengingat kini banyak device dengan harga yang murah namun dengan spesifikasi hardware yang WAH seperti Xiaomi misalnya. Terlepas dari garansi Xiaomi yang masih distributor abal-abal ya.

Setelah diliputi kegalauan, akhirnya saya membeli Asus Zenfone 3 juga. Walaupun katanya Overprice dan belum teruji. Sebenarnya dengan harga yang sama kita bisa membeli device dengan spesifikasi yang wah walaupun garansinya abal-abal. Namun ada sisi lain kenapa saya membeli Zenfone 3, yaitu sudah lolos aturan TKDN yang berarti perangkat 4G ini memiliki ijin resmi dari pemerintah untuk dijual di negara kita dan bergaransi resmi. Untuk perihal garansi resmi sebenarnya saya tidak terlalu memasalahkan karena biasanya setelah beberapa hari/minggu memakai perangkat android saya selalu melakukan oprek seperti unlock bootloader dan root. Namun dengan memenuhi aturan TKDN berarti menunjukkan jika Asus serius ingin jualan di Indonesia dengan mematuhi aturan-aturan aneh yang dibuat pemerintah.

Ok, sekian mukodimah dari saya. Kini kita langsung saja ke bagian Unboxingnya. Tanggal 12 Oktober 2016 yang lalu saya membeli sebuah Asus ZenFone 3 (ZE520KL) yang memiliki RAM 3GB dan ROM 32 GB. Asus ZenFone 3 (ZE520KL) memiliki bentang layar 5,2 inchi yang mana ukuran layar seperti ini lebih dari cukup untuk ukuran tangan saya. Oh iya saya membeli Asus ZenFone 3 (ZE520KL) di toko SMS Shop Semarang yang ada di Jalan Sriwijaya no 60. Kebetulan dapet harga yang lumayan miring yaitu Rp 3.750.000. Miring karena masih banyak toko yang menjual dikisaran 4 jutaan. hedeeh..

Asus ZenFone 3 (ZE520KL) sendiri adalah Zenfone series basic yang paling murah harganya. Kalo pingin yang lebih murah silahkan nunggu Zenfone 3 Laser dan Zenfone 3 Max yang bakal nongol di bulan November nanti. Unit yang saya dapatkan adalah garansi resmi Synnex Metrodata Indonesia, sebenarnya pingin yang garansi TAM tapi stocknya habis. Perlu anda ketahui, distributor resmi Asus di Indonesia ada 3, yaitu Erajaya Swasembada (TAM), Synnex Metrodata Indonesia, dan Datascrip. Diluar distributor tersebut berarti distributor abal-abal alias tidak resmi.

Saat melihat box Asus ZenFone 3 (ZE520KL), memang terlihat mewah. Dan saya baru tahu jika Asus ZenFone 3 dibuat oleh pabrikan lokal bernama PT Sat Nusapersada Tbk di batam sana. Hal ini bertujuan agar Asus ZenFone 3 memenuhi aturan TKDN yang ribet itu.
Penampakan Box ZE520KL
Penampakan Box ZE520KL

Saat membuka box saya mendapatkan Asus ZenFone 3 (ZE520KL), kepala charger dengan putput 2A, kabel data USB type-C, SIM card ejector dan kitab-kitab seperti buku manual dan garansi. Sayang sekali saya tidak mendapatkan earphone, padahal unit Asus ZenFone 3 yang dijual diluar negeri mendapatkan earphone. Sayang sekali dengan harga segini harusnya dapetlah earphone.
Unit Ze520kl, Manual book, kartu garansi, sim card ejector, kepala charger dengan output 2A, dan kabel data USB type-C
Kelengkapan saat pembelian: Unit Ze520kl, Manual book, kartu garansi, sim card ejector, kepala charger dengan output 2A, dan kabel data USB type-C

First impression, saat pertama kali memegang Asus ZenFone 3 (ZE520KL) bodinya memang terasa solid dan mewah. Desainnya emang beda dengan seri-seri zenfone sebelumnya. Bagian depan dan belakang hape ini terbuat dari kaca Gorilla Glass 3. Jujur saya suka dengan desain Asus ZenFone 3 (ZE520KL). Namun lama-lama kekinclongan Asus ZenFone 3 memudar karena bekas sidik jari saya pada nempel ke bodinya. Jadi sering-sering dilap deh.

Menurut saya desain dan bentuk Asus ZenFone 3 (ZE520KL) memang terasa mewah dan premium. Namun dengan body yang dibalut kaca tentu akan terasa ringkih bila jatuh, untuk itu bisa dipasang tempered glass dan jelly case agar body terlindungi.
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL

Tombol power dan volume terletak di bagian kanan body. Tombol power dan volume terasa kokoh namun agak keras jika ditekan. Bagian kiri terdapat  dual simtray hybrid dengan micro SD.  Di bagian bawah terdapat Port USB Type C, mono speaker di sebelah kanan, dan microphone. Di bagian atas akan kita temukan jack audio 3,5 mm dan microphone kedua.
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Tombol power dan volume
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Speaker , port USB Type-C, Microphone
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Jack audio 3.5mm, secondary microphone
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Hybrid Simtray

Layar pada Asus ZenFone 3 (ZE520KL) sudah menganut layar dengan tepian yang melengkung alias 2.5 D glass. Di depan terdapat LED indikator, lubang speaker, proximity sensor, sensor cahaya dan kamera depan 8MP. Untuk navigasi layar disediakan 3 tombol kapasitif namun tidak bisa menyala dalam gelap.
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Tombol kapasitif yang ga bisa nyala

Bagian belakang terdapat kamera 16MP dengan sensor Sony IMX 298, Dual Tone LED flash, Laser Autofocus, dan sensor sidik jari.
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Laser auto focus, 16MP camera, dualtone LED flash, sensor sidik jari
Bentuk dan desain Asus ZenFone 3 ZE520KL
Logo Asus di bagian belakang

Asus ZenFone 3 ZE520KL sudah terinstal Android Marshmallow 6.0.1 out of the box. Ketika pertama kali menyalakan hape ini. Saya terasa asing dengan antarmuka ZenUI versi 3.0. Maklum baru pertama kali ini pake hape Asus. Tapi keren sih ZenUI.

Ketika dikoneksikan dengan Wifi, maka Asus ZenFone 3 ZE520KL akan secara otomatis mendownload beberapa bloatware bawaan. Entahlah, menurut saya ini menjengkelkan. Dari total RAM 3GB, inilah sisa ram yang akan kita dapatkan ketika kita menyalakan pertama kali Asus ZenFone 3 ZE520KL:

Ok, itulah first impression dari saya. Insya Allah jika ada waktu saya akan membuat full reviewnya. Menurut saya dengan harga 4 jutaan (sekarang udah turun pastinya) sudah sebanding dengan kualitasnya.

UPDATE:
Review Daya Tahan Baterai Asus Zenfone 3 ZE520KL

Plus dan Minus:

+ Desain kece, terlihat mewah dan premium
+ Built quality yang solid
+ Kamera oke

- Tidak ada NFC
- Tidak dapet earphone
- Dengan Ukuran 5.2 inci, seharusnya bisa disematkan baterai 3000 mAh

Spesifikasi Asus ZenFone 3 (ZE520KL)

• Layar 5.2” Super Bright IPS FHD (1920x1080), 178° wide view angle,
Corning Gorilla Glass 4, Anti-fi nger coating, Glove touch
• 64-bit Qualcomm Octa-Core Processor Snapdragon 625
• Android™ 6.0 Marshmallow
• ASUS ZenUI™ 3.0 with new skin and features
• 4GB / 3GB RAM
• 32GB Storage + up to 2TB MicroSD
+ 5GB ASUS WebStorage
• Kamera utama:
16 MegaPixel PixelMaster Camera (sensor Sony IMX 298), 0.03 detik Laser auto-fokus,
Diafragma besar f/2.0, lensa 6-elemen, EIS, OIS, Dual Real Tone Flash
• Kamera depan: 8 MegaPixel, Diafragma besar f/2.0, 85° wide angle
• 4K video recording
• 4G LTE, Download speed 4G hingga 150Mbps
• 2600mAh Li-Polymer
• Dual SIM Dual Standby
• 5 Magnet structure sound chamber
• 1 Tahun Garansi Lokal


Disqus Comments