Tuesday, April 8, 2014

Bolehkah kita menggunakan smartphone saat baterainya sedang diisi (charging)?

Pertanyaan ini sangat sering muncul di kalangan pengguna hape /smartphone android yaitu mengenai " bolehkah kita memainkan/ menggunakan smartphone android dalam keadaan sedang mengisi baterai/baterry atau di cas (charging)?" Memang kadang saat kita bercengkrama dengan smartphone kita jadi lupa waktu, dan kita tidak akan mau melepas smartphone dari genggaman kita. Saya pun begitu, dulu sangat suka sekali memainkan game dan browsing di smartphone android walaupun dalam keadaan masih di charging. Apakah ini bisa berakibat buruk pada performa baterai android kita?

Mengenal baterai Lithium-ion (li-ion) dan Lithium-Polymer (li-poly)

Sebelum saya menjawab pertanyaan diatas, akan saya jelaskan secara ringkas jenis baterai (baterry) yang digunakan pada smartphone saat ini. Kebanyakan smartphone android saat ini menggunakan baterai jenis Lithium-Ion (Li-Ion) dan Lithium-Polymer (LI-Po). lalu apa yang membedakan baterai Li-ion dan Li-po? Secara kualitas dan performa sebenarnya keduanya sama saja, yang membedakan hanya elektrolit yang digunakan. Baterai Li-ion mempunyai elektrolit cair sedangkan baterai Li-po mempunyai electrolit padat berupa polymer. 
menggunakan smartphone sambil di cas/charging
baterai android

Densitas energi baterai li-ion memang lebih besar dari li-po. Namun karena baterai li-po mempunyai elektrolit padat dan fleksibel maka baterai li-po bisa memiliki bentuk yang lebih tipis dari baterai li-ion. Dari biaya produksi baterai li-po memang mempunyai cost yang lebih tinggi dari baterai li-ion. Walaupun sedikit berbeda, namun dari cara kerja, siklus charging, suhu pengoperasian dan suhu charging keduanya sama saja.

Dibanding jenis baterai lain, baterai lithium-ion dan lithium-polimer memiliki keunggulan yaitu hampir tidak adanya "memory effect". Jenis baterai yang mempunyai memory effect yang tinggi yaitu jenis NiCd (nickel cadmium) dan NiMh (nickel metal-hydride). Yang dimaksud memory effect ini adalah jika kita charging baterai sampai full, maka si baterai akan mengingat kapasitas baterai tersebut. Saat melakukan charging selanjutnya maka kapasitas penuh baterai tersebut berkurang dari sebelumnya. Hal ini terjadi terus menerus seiring dengan siklus charging yang dilakukan, sehingga makin lama kapasitas baterai akan berkurang.

Namun kadang kita mengalami baterai li-ion/li-po yang ada dalam smartphone kita ngedrop, misalnya dari prosentase 95% tiba-tiba menjadi 70% dalam waktu singkat dan sebagainya. Sebenarnya yang perlu kita lakukan jika kita menemui kasus seperti ini adalah melakukan "kalibrasi" baterai. Karena baterai lithium-ion dan lithium-polymer pada smartphone memang kadang menunjukkan gejala "memory effect" yang error seperti pada baterai NiCd maupun NiMH. Cara kalibrasi baterai smartphone yaitu dengan cara mengosongkan baterai sampai benar-benar kosong (gunakan smartphone sampai baterai habis dan mati). Kemudian lakukan charging hingga 100%. Setelah itu gunakan/ kosongkan lagi baterai hingga smartphone mati, charge lagi hingga 100%. Kemudian gunakan smartphone secara normal lagi. Sebaiknya kalibrasi baterai smartphone kita lakukan secara berkala, misal 1 bulan sekali.

Hal yang dapat merusak baterai lithium-ion dan lithium-polymer adalah "overcharging". Yaitu jika baterai sudah terisi 100% namun kabel charger tetap tertancap dan terus mengisi arus ke baterai tersebut. Hal ini akan membuat struktur kristal baterai smartphone menjadi rusak dan tak bisa lagi menyimpan arus. NAMUN JANGAN KHAWATIR pada smartphone android terkini biasanya akan secara otomatis memotong arus charging saat baterai sudah terisi full 100%. Sudah saya buktikan pada android sony live with walkman milik saya yang memiliki baterai lithium-polymer (li-po) yang sudah berumur 2,5 tahun lebih memiliki baterai yang sehat dan belum penah ganti, padahal walaupun baterai sudah full 100% tetap saya hubungkan ke charger dan saya tinggal tidur.. hehe,,

Bolehkah kita menggunakan smartphone saat baterainya sedang diisi (charging)?


Kembali ke pertanyaan awal bolehkah kita memainkan smartphone saat sedang diisi baterainya atau dalam posisi charging?? Kita perlu mengetahui bahwa kelemahan paling mendasar baterai smartphone lithium-ion dan lithium-polymer adalah tidak tahan PANAS! kedua jenis baterai ini hanya memiliki suhu charging optimal antara 0º C sampai 60º C, suhu simpan antara -20º C sampai 60º C. Saat charging panas yang ditimbulkan mungkin mencapai 50º C. Bayangkan jika kita sedang mengisi baterai smartphone sambil memainkan game misalnya? Baterai akan mendapatkan tambahan panas dari CPU dan GPU smartphone dan bisa melebihi suhu 60º C. Tentu hal ini akan memperpendek umur baterai kita bukan?

Kesimpulannya memang kurang afdol jika kita menggunakan smartphone saat dalam posisi charging karena panas yang ditimbulkan akan merusak komponen baterai kita. Lagi pula baterai li-po dan li-ion hanya memiliki suhu maksimal penyimpanan 60º C saja. Maka dari itu jangan suka meletakkan smartphone di tempat yang panas misalnya diatas majic-com dan sebagainya. Last, itulah sedikit sharing dari saya mengenai teknologi baterai smartphone android, jika ada yang salah mohon dikoreksi.

Share this post

Related Posts

Bolehkah kita menggunakan smartphone saat baterainya sedang diisi (charging)?
4/ 5
Oleh