Tuesday, February 28, 2017

Cara Upgrade Sendiri Kartu USIM Tri Lama Ke USIM 4G dengan PakeTRI 4G ON

Diam-diam Tri sudah meningkatkan Coverage area untuk sinyal 4G-nya. Yup, setelah saya cek di area saya ternyata sudah ada sinyal 4G dari Tri. Walaupun sinyal 4G Tri di tempat saya masih timbul tenggelam dan tidak sebaik operator lain. Bagi anda yang ingin nyicip gimana kecepatan koneksi 4G nya Tri, bisa beli perdana Tri yang sudah support koneksi 4G. Namun, bagaimana jika anda ingin mempertahankan nomor Tri lama anda yang notabene belum mendukung 4G, tapi ingin nyicip kecepatan 4G?

Pada tutorial kali ini saya akan membagikan bagaimana cara upgrade sendri kartu USIM Tri lama anda ke USIM baru yang sudah support 4G. Anda tidak perlu pergi ke Tri Store untuk melakukan upgrade USIM 4G ini. Cukup dengan membeli kartu perdana PakeTRI 4G ON. Nantinya, USIM pada PakeTRI 4G ON bisa anda gunakan untuk mengganti SIM card lama anda, tapi tetap menggunakan nomor lama anda. Oke, langsung saja, berikut ini adalah langkah-langkah mengganti karu SIM Tri lama ke USIM 4G dengan PakeTRI 4G ON:


  1. Cek apakah wilayah anda sudah tercover jaringan 4G Tri, silahkan cek coverage 4G Tri di wilayah anda melalui http://tri.co.id/coverage 
    PakeTRI 4G ON
    PakeTRI 4G ON
  2. Jika daerah anda sudah tercover jaringan 4G Tri, silahkan beli kartu perdana PakeTRI 4G ON di Alfamart atau kios-kios Tri.
  3. Dibelakang kartu USIM PakeTRI 4G ON, terdapat angka ICCID. Kirimkan angka ICCID ini melalui nomor kartu lama melalui SMS dengan format SMS<spasi>20 angka ICCID di USIM PakeTRI 4G ON kemudian kirim ke 123, atau dengan tekan *123*46# lalu masukan 20 angka ICCID USIM PakeTRI 4G ON.
    ICCID pada PakeTRI 4G ON
    ICCID pada PakeTRI 4G ON
    Mengirim ICCID lewat sms
  4. Jika berhasil, maka sinyal di kartu lama akan hilang.
  5. Copot kartu lama dari smartphone, kemudian masukan USIM PakeTRI 4G ON. Kini anda sudah bisa menikmati koneksi 4G LTE Tri dengan kartu USIM baru, namun tetap menggunakan nomor lama anda.
    Pergantian USIM 4G baru Tri sukses. Sinyal 4G sudah terdeteksi.
    Pergantian USIM 4G baru Tri sukses. Sinyal 4G sudah terdeteksi.


Dengan harga Rp50.000 ketika membeli perdana PakeTRI 4G ON, kita tidak hanya mendapatkan USIM 4G saja. Kita juga mendapatkan Voucher pulsa Rp50k yang bisa kita gunakan untuk apapun. Kemudian kita juga mendapatkan Voucher kuota 4G LTE sebesar 5GB dengan masa aktif 30 hari.

Namun, ada hal yang membuat saya merasa seperti sedang dizolimi. Yaitu ketika saya mencoba mengisikan voucher pulsa dan kuota yang didapat dari PakeTRI 4G ON. Ketika saya mengisikan voucher pulsa dan kuota bonusan itu, saya malah mendapatkan pesan seperti ini "Maaf, kode voucher yang kamu masukan belum aktif. Silakan kembali ke toko tempat kamu membeli. Info:123." Bonusan voucher kuota dan pulsa ini seperti sia-sia saja.
Maaf, kode voucher yang kamu masukan belum aktif. Silakan kembali ke toko tempat kamu membeli. Info:123.

Nah, jika kalian juga mendapat pesan seperti di atas ketika mengisi voucher. Kalian bisa kembali ke toko dimana anda membeli PakeTRI 4G ON untuk mengaktifkan kode induk atau apalah. Jika kalian belinya di minimarket berdoa saja semoga kasir yang melayani anda mudeng soal PakeTRI 4G ON.

Oke itulah ganti kartu SIM Tri lama ke kartu SIM 4G baru sendiri tapi tetep pakai nomor lama. Menurut saya metode upgrade kartu SIM seperti ini paling mudah dan tidak ribet. Anda bisa melakukan upgrade sendiri tanpa pergi ke Tri store atau mengeluarkan biaya ekstra. Cukup dengan membeli perdana PakeTRI 4G ON seharga Rp 50k.
Read more

Wednesday, February 22, 2017

Review Bluetooth Gamepad iPega PG-9062S Dark Fighter

Main game di smartphone kadang kurang lengkap jika tidak pakai Gamepad. Ya, karena memang ada bebeapa game di smartphone yang lebih enak jika dimainkan dengan gamepad atau controller. Selain itu bermain game android menggunakan gamepad membuat permainan mudah dikontrol secara akurat. Berbicara soal Gamepad untuk smartphone android tentu kita sudah tidak asing lagi dengan merek iPega. Beberapa seri wireless gamepad iPega memang harganya relatif terjangkau, sehingga sangat cocok bagi manusia yang mementingkan aspek kerehore namun berkualitas.

Saya suka sekali memainkan game retro di emulator semacam NES dan SNES di android untuk sekedar flashback ke memori masa kecil yang ceria. Bisa dibayangkan jika memainkan game emulator seperti ini tanpa gamepad tentu agak menyusahkan. Apa lagi jika anda sangat memikirkan kenyamanan saat bermain kemudian melihat tampilan tombol-tombol di layar yang harus anda pencet-pencet. Hal ini akan mengurangi feel bermain dan nostalgia anda dalam bermain game retro jadi terganggu.

Oleh karena itu saya memutuskan untuk membeli Bluetooth Controller Ipega PG-9062s Dark Fighter, agar nostalgia dalam bermain game-game retro di android bisa mencapai titik klimaks. Saya membeli Gamepad Ipega PG-9062s melalui online seller di Toped dengan harga yang boleh dibilang lebih murah dare seller yang lain. Ok, langsung saja unboxing ya..
Unboxing iPega PG-9062S Dark Fighter
Unboxing iPega PG-9062S Dark Fighter
Spesifikasi iPega PG-9062S Dark Fighter
Spesifikasi iPega PG-9062S Dark Fighter 

Saya kurang paham mengapa Gamepad Ipega PG-9062s yang ini mendapat embel-embel Dark Fighter, dan mengapa bukan Dark Gombez atau lainnya. Mungkin supaya terlihat keren saja. Tapi ketika melihat Boxnya secara langsung memang keren sih. Ketika segel dan box dibuka kita akan mendapatkan 1 unit Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter, 1 buah kabel micro USB, dan buku manual.

Dari bentuknya, Gamepad Ipega PG-9062 dark fighter memang cukup keren, mirip dengan gamepad konsol 360 yang terkenal itu. Konfigurasi tombolnya pun mirip. Di bagian tengah controller ini terdapat holder untuk smartphone yang bisa dilipat. Holder smartphonennya bisa di adjust secara teleskopik agar bisa menyesuaikan lebar smartphone, dan bagian sisi dalamnya ada semacam bantalan karet agar bisa menahan smartphone. Di tengah juga ada beberapa led indikator untuk menunjukkan mode yang sedang digunakan. Jadi Gamepad Ipega PG-9062 bisa digunakan untuk beberapa mode seperti game mode, mouse mode, atau keyboard mode. Tiap-tiap mode bisa diaktifkan dengan menahan kombinasi tombol Home + X, Y, A, atau B. Kita juga bisa menemukan port micro USB untuk charging. Di samping port micro USB tersebut terdapat LED indikator yang akan menyala jika kita sedang melakukan charging atau melakukan koneksi ke PC.
iPega PG-9062S Dark Fighter
iPega PG-9062S Dark Fighter 
port micro usb
Port micro usb
Holder smartphone pada iPega PG-9062S Dark Fighter
Holder smartphone pada iPega PG-9062S Dark Fighter

Untuk Built Quality sendiri, pada Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter saya akui cukup OK. Analog stick nya jika dipegang ada kesan soft. Kemudian pada bagian bawah gamepad ini yang berwarna hitam seperti dilapisi semacam karet, sehingga ketika dipegang akan memberi kesan lembut dan nyaman. Sayangnya tidak semua tombol di Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter ini enak untuk dipencet. Di Bagian D-PAD (tombol arah) gamepad ini rasanya agak keras jika dipencet, entahlah rasanya seperti mencet tombol navigasi yang ada di DVD player, TV atau perangkat elektronik rumah tangga lainnya.

Jika kalian hobi merakit elektronika, pasti kenal yang namanya Tactile Push Button yang bunyi "cetik-cetik" ketika ditekan. Nah bagian dalam D-Pad pada Gamepad Ipega PG-9062 ini juga menggunakan komponen Tactile Push Button yang keras itu. Untuk bagian D-Pad sih harusnya pake komponen Rubber/membrane button yang lembut, jadi enak untuk ditekan.
Tactile push button
Tactile push button
Menggengam  iPega PG-9062S Dark Fighter
Menggengam  iPega PG-9062S Dark Fighter
Bagian bawah  iPega PG-9062S Dark Fighter ini terasa lembut jika dipegang
Bagian bawah  iPega PG-9062S Dark Fighter ini terasa lembut jika dipegang

Koneksi ke bluetooth android bisa dibilang cukup mudah. Pertama hidupkan bluetooth di perangkat smartphone. Kemudian pada gamepad tekan dan tahan tombol Home dan X secara bersamaan sampai gamepad menyala dan bergetar. Maka Gamepad akan masuk ke game mode dan akan terdeteksi sebagai PG-9062S di perangkat bluetooth, kemudian connect. Maka Ipega PG-9062s Dark Fighter sudah otamatis terkoneksi ke smartphone.
Koneksi iPega ke bluetooth Zenfone 3 Ze520kl
Koneksi iPega ke bluetooth Zenfone 3 Ze520kl

Saya sudah menggunakan Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter untuk memainkan game-game retro NES/SNES di Asus Zenfone 3ZE520KL, dan sejauh ini cukup memuaskan. Selain itu saya juga menggunakan Gamepad ini untuk memainkan game-game seperti Asphalt 8, Asphalt Xtreme, Dan The Man, dan Magic Rampage.
Game Asphalt sudah support iPega PG-9062S dan tidak usah lagi melakukan key remapping
Game Asphalt sudah support iPega PG-9062S dan tidak usah lagi melakukan key remapping

Daya tahan baterai Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter cukup ok. Klaim di buku manual, baterai gamepad ini bisa bertahan selama 10 jam jika dimainkan secara continuous dalam sekali charge. Tapi pada kenyataannya, Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter bisa tahan lebih dari sepuluh jam ketika saya gunakan untuk ngegame. Jika anda tidak memencet tombol di gamepad ini dalam kurun waktu tertentu, biasanya beberapa menit, saya lupa tepatnya. Maka gamepad akan mati sendiri agar baterainya tidak cepat habis. Untuk mengisi baterai gamepad ini cuma butuh waktu satu jam-an. Jika sedang mengisi baterai LED akan menyala warna oranye, jika baterai sudah penuh tandanya LED akan mati.
Zenfone 3 ze520kl dipasang ke iPega PG-9062S
Zenfone 3 ze520kl dipasang ke iPega PG-9062S
Holder pada iPega PG-9062S bisa disesuaikan dengan lebar smartphone
Holder pada iPega PG-9062S bisa disesuaikan dengan lebar smartphone

Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter juga bisa buat main game di PC atau laptop, tapi saya belum pernah nyoba si. Tinggal dikoneksikan ke bluetooth dongle atau langsung dicolok dengan kabel USB bawaan.

Kesimpulan, Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter memang Ok untuk main game di android, asalkan gamenya juga support untuk dimainkan dengan controller. Yang saya suka adalah bodinya yang enak untuk dipegang, namun karena gamepad ini juga tempat untuk meletakkan smartphone, jadinya agak berat dan pegel kalau untuk ngegame lama-lama. Tombol-tombolnyaa cukup enak untuk dimainkan kecuali untuk bagian D-pad tombok arah yang menurut saya kurang empuk. Tapi kalau kalian jarang pake tombol D-pad arah ya berarti ga masalah. Untuk built quality sesuailah dengan harganya.
Read more

Sunday, February 19, 2017

Review Yamaha NMAX Non-ABS 2017

Seharusnya review tentang Yamaha NMAX ini sudah dipublish pada akhir Januari 2017 yang lalu. Tapi karena saya ketiduran terus, jadinya molor deh hehe. Review Yamaha Nmax di tahun 2017 ini boleh dikatakan ketinggalan jaman atau apalah. Karena sejak diluncurkan tahun 2015 silam, sudah banyak review Yamaha Nmax yang beredar.

Tapi kalau kalian butuh review motor Yamaha Nmax dari lubuk hati yang paling dalam, silahkan baca artikel ini sampai habis. Karena review ini tidak dibayar oleh siapapun, malah gue yang keluar duit buat beli bensin.. wkwkwk. Oke, kondisi Nmax yang saya review ini boleh dikatakan masih standar ting-ting karena emang baru keluar dari dealer. Bahkan plat nomernya pun belum keluar sampe artikel ini ditulis, dan saya sudah mengendarai Nmax ini hampir dua bulan, sehingga cukup dapetlah input kelebihan dan kekurangan dari motor ini.
Yamaha Nmax

Tampilan dan desain Yamaha Nmax

Oke langsung saja, ya. Kita mulai dari desain dan tampilan. Tampilan yamaha Nmax, seperti yang sudah kita ketahui memiliki body yang amat bongsor. Jika anda pertama kali melihat skutik ini mungkin anda akan kaget, ih gede banget! dan berat. Jujur saya sendiri ketika pertama kali melihat Nmax waktu pertama kali keluar pada tahun 2015 yang lalu merasa terheran-heran, kenapa Yamaha berani masukin skutik bongsor ke tanah air. Apa nanti ada yang beli? Namun pada kenyataannya, sampe awal tahun 2017 ini sudah banyak sekali Nmax yang berkeliaran di jalanan. Mulai dari yang tampilannya standar maupun yang tampilannya sudah full modif. Dengan banyaknya Nmax yang keliaran di jalanan, Saya pun jadi lumrah melihat body Nmax yang bongsor itu.
Yamaha Nmax tampak depan
Tampak Depan
Yamaha Nmax tampak belakang
Tampak Belakang
Lampu depan Yamaha Nmax Sudah LED, jadi terang
Lampu depan sudah LED
Lampu belakang Yamaha Nmax
Lampu Belakang
Panel Instrument Yamaha Nmax
Electronic Instrument Cluster
Dari sisi desain, lagi-lagi saya saya harus jujur. Pertama kali melihat Nmax di tahun 2015 memang terasa agak aneh dan nyeleneh. Namun di tahun 2017 ini saya melihat desain Nmax wajar-wajar saja. Desain itu masalah selera sebenernya, kalau anda suka skutik bongsor dengan desain yang kalem berarti anda cocok dengan desain Nmax ini.
Emblem Nmax
Emblem Nmax

Pada bagian stang, cukup lebar dan tidak sempit. Jika anda berbadan besar tapi naiknya skutik kecil, kadang menemui kendala seperti ketika melihat spion, eh tapi yang terlihat malah badan anda sendiri. Nah, di Nmax karena stang cukup lebar sehingga tidak ditemui masalah spion tersebut, sangat cocok dengan ukuran badan yang besar. Tombol-tombol di bagian stang mirip dengan tombol pada skutik Yamaha pada umumnya, ada tombol start, lampu dekat/jauh, dan klakson. Sayang sekali tidak ditambahkan tombol hi-beam atau lampu tembak yang menurut saya cukup fungsional pada skuter besar seperti Nmax. kemudian pada stang juga terdapat tuas rem yang dua-duanya terlohat indikator minyak remnya karena baik rem depan maupun belakang Nmax menggunakan rem cakram.
saklar dan tombol pada stang Yamaha Nmax
Saklar dan tombol pada stang

Yang terlihat tidak konvensional pada stang Nmax ini adalah peletakan Instrument Cluster (Speedometer). Jika kebanyakan motor bebek maupun skutik meletakkan instrument cluster di tengah-tengah stang, maka pada Nmax Instrument Cluster diletakkan di depan secara terpisah seperti pada motor kopling atau pada motor sport.

Kelengkapan dan fitur Nmax

Instrument Cluster pada Nmax ini full electronic alias semua informasi disajikan secara digital. Informasi yang disajikan Instrument Clusternya cukup lengkap, seperti speedomoter, odometer, odometer oli, odometer trip 1, odometer trip 2, V-belt Trip,  fuel gauge (indikator bensin), indikator keiritan bensin (Instant Fuel Economy meter), konsumsi rata-rata bensin km/liter, konsumsi rata-rata bensin secara real time, dan jam. Kemudian ada lampu indikator sein, injeksi, serta lampu indikator temperatur. Selain itu ada dua tombol fisik untuk memilih mode dan reset. Boleh dikatakan instrument cluster Nmax ini cukup lengkap dan informatif.

Kemudian kita turun sedikit ke bagian kontak atau ignition key. Di bagian kunci kontak ini menurut saya biasa saja seperti kontak milik skutik kecil Yamaha yang lain. Seharusnya sebagai skutik premium ditambah beberapa fitur yang unik seperti bisa menyala dalam gelap misalnya, atau seperti di Mio Fino yang kuncinya dikasi remote supaya bisa bunyi dan ketika dipencet dari jarak jauh.
Ignition key Yamaha Nmax
Ignition Key

Untuk bagian kompartemen alias tempat penyimpanan di bawah stang bagian kiri, menurut saya sudah cukup luas dan ok. Bisa untuk meyimpan smartphone, botol air mineral 600ml, serta pernak-pernik berkendara seperti masker dan sarung tangan.
Kompartemen Nmax
Kompartemen Nmax

Di bagian tengki bensin pun terlihat tidak konvensional. Tengki bensin terletak diantara jok dan stang bagian bawah, agak mirip motor sport, jadi kalau mengisi bensin anda tidak perlu turun dari motor. Tapi saran saya anda tetap turun ketika mengisi bensin Nmax karena kalian pasti ga tega melihat petugas pengisi bbm nunduk-nunduk didepan anda. Kapasitas tengki bensin Nmax sebanyak 6,6 liter.
Tutup tangki Bensin Nmax
Tutup tangki Bensin Nmax

Bagian bagasi dibawah jok sangat luas. Saya sangat terbantu dengan luasnya bagasi Nmax, karena bisa untuk menyimpan berbagai macam barang bawaan. Bisa sih untuk menyimpan helm half-face, tapi helmnya dalam keadaan terbalik.
Bagasi Nmax
Bagasi Nmax

Feel Berkendara

Kemudian langsung ke Riding Position. Untuk riding position Yamaha Nmax patut diacungi jempol, enak banget. Posisi stang yang tinggi, dipadu dengan dek tempat kaki yang bisa buat selonjoran. Sayang walaupun pijakan kakinya bisa buat selonjoran, namun tidak terlalu lebar karena ditengah-tengah ada tanki bensin, Jadi kaki saya kadang suka keluar dari pijakan kaki. Tapi secara keseluruhan tempat untuk menaruh kaki di Yamaha Nmax ini enak banget.
Tempat pijakan kaki di Nmax enak
Tempat pijakan kaki di Nmax enak

Buat yang bertanya-tanya apakah posisi jok Nmax itu tinggi? Enggak juga sih. Jika dibandingkan dengan skutik MIO M3 atau skutik kecil lainnya memang jok Nmax lebih tinggi. Namun jika dibandingkan dengan motor bebek biasa atau motor sport, boleh dikatakan ketinggian joknya sama. Saya yang mempunyai postur tubuh pendek pun (160an CM) bisa menapak kakinya ketika menaiki Nmax, walaupun jinjit. Untuk kenyamanan jok, Nmax mempunyai jok yang lebar, jadi cocoklah untuk menopang pantat saya yang lebar. Tapi untuk berkendara jarak jauh tetap saja membuat pantat hamba panas.
Jok dan behel Nmax
Jok dan behel Nmax

Untuk rasa berkendara, pada awalnya memang terasa aneh dan kagok ketika pertama kali megendarai Nmax ini. Namun lama kelamaan enak juga. Sebelumnya pernah under estimate soal handling dan kelincahan motor ini. Tapi setelah dikendarai dan kita terbiasa ternyata enak buat manuver dan selap-selip. Begitu juga dengan radius putarnya, karena stangnya bisa ditekuk sampe maksimal membuat motor ini gampang untuk putar balik. Overall untuk riding position, feel berkendara, dan handling Yamaha Nmax ini enak banget. Saya sendiri ketika terbiasa enak naik Nmax, kemudian naik skutik seperti Mio m3 atau Mio Soul GT jadi terasa aneh.
Pijakan kaki Nmax yang enak
Pijakan kaki Nmax yang enak

Sayangnya, feel berkendara dan handling yang enak ini agak tercoreng dengan suspensi belakangnya. Jika anda pernah naik skutik Yamaha sebelumnya, tentu anda akan mengenali bagaimana kerasnya suspensi belakang skutik yamaha. Hal yang menciri ini juga ada di Nmax, jadi mitos yang beredar tentang kerasnya shock belakang Nmax ini ada benarnya. Padahal menurut saya, kaki-kaki di Nmax ini sudah cukup ok. Ban depan dan belakang yang gede banget, rem depan belakang cakram bahkan ada yang berfitur ABS. Suspensi depan sudah cukup ok menurut saya, tapi dua suspensi belakang Nmax ini kayaknya perlu di adjust lagi deh. Jika anda sering lewat di jalan yang rusak atau tidak rata pasti merasakannya.

Nah, suspensi yang keras ini menurut Yamaha memang berguna ketika kita melewati tikungan pada kecepatan tinggi supaya lebih stabil. Maklum embel-embel Nmax kan sebagai Ultimate Sports Matic, jadi harus stabil pada kecepatan tinggi. Kesimpulannya, suspensi belakang Nmax ini baru enak kalo buat boncengan. Hal lain yang menurut saya kurang dari Nmax adalah ketika melewati jalan yang rusak dan kasar suka bunyi BRAK! BRAK! Bunyi brak brak ini mengingatkan saya pada Supra X 125 milik saya dulu yang ketika melewati jalan yang rusak atau tidak rata juga suka bunyi brak! brak! Ya walaupun di Nmax tidak terlalu keras tapi cukup aneh saja untuk motor baru.
Suspensi belakang Nmax yang gitu deh..
Suspensi belakang Nmax yang gitu deh..
Cover
Cover
Rem cakram depan Nmax
Rem cakram depan Nmax
Sensor kecepatan dan ABS Nmax
Sensor kecepatan dan ABS Nmax

Mesin

Kemudian untuk performa mesin, menurut pengalaman saya ketika ngegas Nmax pertama kali memang terasa bedanya dibanding ketika naik motor skutik 125 cc. Nmax terasa lebih galak! Ya maklum wong mesin Nmax 155 cc pasti lebih besar powernya. Jadi jika anda terbiasa dengan skutik dengan mesin 125 cc atau dibawahnya pasti agak kaget ketika beralih ke Nmax untuk pertama kali. Bahkan mungkin bisa nyendal-nyendal. Memang butuh penyesuaian pada awalnya namun tidak sesulit yang anda bayangkan. Untuk mencapai kecepatan 60-70 km/jam tidak membutuhkan effort atau usaha yang berat jika naik Nmax. Untuk top speed belum belum pernah saya uji secara mendalam. Namun kecepatan tertinggi yang pernah saya raih adalah 101 km/jam. Sebenarnya masih bisa tinggi lagi namun saya ga berani.
CVT Nmax
CVT Nmax
Knalpot Nmax
Knalpot Nmax
Radiator Nmax
Radiator Nmax

Keiritan dan konsumsi BBM Yamaha Nmax

Bagi yang penasaran dengan rata-rata konsumsi BBm pada yamaha Nmax. Saya sempat mengukur rata-rata konsumsi bensin Nmax. Sebelumnya kita harus sedikit mengenal mesin Nmax. Mesin Nmax yang mempunyai embel-embel Bluecore dan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) ini mempunyai kubikasi 155 cc dengan perbandingan kompresi mesin 10:1. Dengan perbandingan kompresi mesin 10:1, sebenarnya sudah cukup diisi bensin beroktan 90 macem Pertalite. Namun pengujian konsumsi rata-rata BBm yang saya lakukan pada Nmax akan saya isi dengan Pertamax 92.

Dengan mesin embel-embel Bluecore, harusnya sih konsumsi BBM Nmax ini irit ya. Tapi konsumsi bensin juga dipengaruhi oleh gaya berkendara juga. Kemudian untuk teknologi VVA pada Nmax ini, singkatnya bisa mengatur besar kecilnya bukaan klep (valve) sesuai dengan besarnya rpm mesin. Jadi jika kita ngegas motor pelan-pelan dan putaran mesin dibawah 6000 rpm maka bukaan klep akan kecil sehingga konsumsi bensin akan irit. Jika gas dibuka penuh alias dibejek, kemudian putaran mesin >6000 rpm, maka bukaan klep akan besar sehingga campuran bensin-udara yang masuk akan kaya sehingga mesin akan mengeluarkan power yang besar.

Dari dulu saya penasaran banget dengan Variable Valve Actuation (VVA) dan pengaruhnya terhadap konsumsi bbm. Ok langsung saja ya, untuk mengetahui konsumsi rata-rata bbm pada Nmax akan saya lakukan dengan dua cara. Pertama, melalui petunjuk rata-rata konsumsi bbm yang tertera di Instrument Cluster (AVE F/ECO). Kedua, dengan mengukur rata-rata konsumsi bensin dengan metode Full to full.

Baiklah, untuk rata-rata konsumsi bensin, ketika saya menggunakan Yamaha Nmax untuk berkendara keluar kota dengan kondisi jalanan yang lancar dan tidak macet, serta cara berkendara yang kalem, tidak ngebut, gas pelan-pelan, dan kecepatan tidak melebihi 60 km/jam. Setelah menempuh jarak 94,8 km, menurut indikator AVE F/ECO rata-rata konsumsi bensin yang saya dapatkan adalah 53,9 km/liter. 
Rata-rata konsumsi BBM pada Nmax jika dikendarai dengan santai
Rata-rata konsumsi BBM pada Nmax jika dikendarai dengan santai

Sedangkan jika mengendarai Nmax secara standar alias kadang pelan kadang ngebut, rata-rata konsumsi bensin yang saya dapatkan menurut AVE F/ECO adalah 44.8 km/liter.
Jarak yang bisa ditempuh Nmax dengan bensin 1 liter jika dikendarai secara wajar
Jarak yang bisa ditempuh Nmax dengan bensin 1 liter jika dikendarai secara wajar

Nah untuk pengujian rata-rata konsumsi bbm Nmax dengan metode full to full. Sebelumnya saya jelaskan dulu apa itu metode full to full. Jadi pengujian dengan metode full to full itu diisi bensin sampai benar-benar full tank, kemudian digunakan berkendara seperti biasa sampe bensinya mau habis. Trus diisi lagi bensin sampai full tank. Jangan lupa catat juga jarang tempuh, dan minta nota atau tanda terima waktu isi bbm, jadi kita tahu berapa liter bensin yang kita isikan. Kemudian total jarak tempuh dibagi dengan jumlah bensin yang diisikan dan kita akan mendapat rata-rata konsumsi bbm.
Pengujian Konsumsi BBm Nmax metode Full-to-full
Pengujian Konsumsi BBm Nmax metode Full-to-full

Nah, setelah saya isi bbm full tank, kemudian saya gunakan untuk berkendara seperti biasa sampai bensin tersisa 1 bar dengan jarak tempuh 266,7 Km. Kemudian saya isi lagi bensin hingga full tank dengan jumlah 5,45 liter. Dari sini kita sudah bisa mendapatkan rata-rata konsumsi bbm Yamaha Nmax dengan metode full to full yaitu:

266,7 / 5,45 = 48,93 km/liter

Jadi dengan metode pengukuran full to full pada Nmax diperoleh rata-rata 48,93 km/liter. Namun konsumsi bbm tentu dipengaruhi juga oleh cara berkendara. Karena pernah juga Nmax ini di pinjem sama orang lain dan ketika saya lihat rata-rata AVE F/ECO cuma 33 km/liter. Kemungkinan orang yang pinjem ini tangannya ga pernah sekolah atau memang seneng bejek gas.

Kesimpulan

Oke, itulah review singkat saya mengenai Yamaha Nmax Non-ABS. Namun sebelum saya akhiri ada satu hal lagi yang mengganjal lagi tentang Nmax dan mungkin ini juga masuk dalam daftar kekurangannya. Ketika saya mengendarai Nmax di waktu hujan, saya menemukan embun yang terjebak pada lampu depan Nmax. Entahlah hal ini normal atau tidak.
Lampu depan Nmax yang suka ngembun ketika hujan
Lampu depan Nmax yang suka ngembun ketika hujan

Kesimpulannya, Yamaha Nmax ini adalah skutik yang mungkin paling nyaman yang pernah saya coba, riding position enak, manuver dan handling enak, power mesin juga lumayan. Instrument Clusternya lengkap dan kapasitas bagasinya juga besar. Namun ada kekurangan di bagian suspensi belakang yang menurut saya agak keras. Walaupun motor ini bisa juga buat ngebut, tapi saya lebih suka naik motor ini secara santai. Buat kalian yang cewek juga tidak ada salahnya naik Nmax, yang penting kakinya nyampe. hehe.
Read more

Monday, February 6, 2017

Menjajal Kepedasan Boncabe Level 30 Extreeem!

Saya kira tingkat kepedasan Boncabe itu hanya sampai level 15. Namun ternyata ada Boncabe yang tingkat kepedasannya hingga level 30. Jujur saya baru tau ada Boncabe level 30. Sebagai penggemar boncabe tentu saya merasa malu.

Berawal ketika saya ingin membeli mie cup di mini market karena kelaparan waktu malam-malam hujan. Tidak lengkap jika membeli mie cup tanpa boncabe. Biasanya saya membeli Boncabe yang level 15 karena sudah pas menurut saya. Sayangnya yang level 15 sedang kosong. Aneh, akhir-akhir ini stok Boncabe level 15 sering kosong. Mungkin karena harga cabe lagi mahal?

Kemudian saya melihat seonggok botol berwarna keemasan yang bentuknya seperti botol boncabe. Setelah otak saya delay selama 300ms (milliseconds), akhirnya saya mengambil botol tersebut. Setelah saya amati, ternyata ini adalah Boncabe level 30 dengan embel-embel Extreeem! Saya kira level 15 itu yang paling pedas, ternyata masih ada diatasnya yang level 30. Ternyata diatas langit masih ada ISS.

Melihat tulisan Boncabe Level 30 Extreme, saya merasa ini harus dicoba. Tanpa ragu-ragu saya ambil sebotol untuk dicoba dengan mie cup (sebut saja pop mie). Setelah saya pegang botolnya, saya merasa botol boncabe level 30 ini memiliki isi yang lebih sedikit dari botol boncabe level 15. Benar saja, botol boncabe level 15 memiliki netto 45 gram, sedangkan botol level 30 cuma 40 gram. Boncabe level 30 sendiri memiliki harga Rp13.900 waktu saya beli.
Boncabe Level 30 Extreeem!

Oke, saatnya mencoba pedasnya boncabe level 30 extreme ini. Buat saya yang level 15 saja sudah pedes banget apa lagi yang level 30. Pertama, saya mencoba dengan menaburkan sedikit di jari telunjuk kemudian dijilat. Yang saya rasakan memang lebih pedes dari level 15. Langsung terasa pedasnya dimulut. Kemudian saya taburkan ke mie cup, yang saya rasakan adalah tidak ada rasanya, karena belum saya makan. Hehe. Nah, ketika dimakan dengan mie cup dengan taburan yang sedikit. Memang langsung terasa pedes banget.

Rasa pedas yang timbul akan membuat anda ingin makan terus. Karena jika berhenti makan, rasa pedasnya akan semakin keluar dan menyiksa. Saya tidak mau menggambarkan rasanya secara hipebolik, tapi asli yang level 30 ini pedes banget. Cocok bagi anda yang ingin melatih diri sebelum menghadapi manusia yang bermulut pedas.
Boncabe level 30 di uji cobakan ke Pop Mie goreng
Boncabe level 30 di uji cobakan ke Pop Mie goreng

Enaknya Boncabe level 30 ini, kita tidak perlu menaburkan banyak-banyak ke makanan. Karena dengan taburan yang lebih sedikit kita sudah bisa merasakan pedasnya. Berbeda dengan Boncabe level di bawahnya yang membutuhkan taburan yang banyak untuk mencapai rasa pedas yang kita inginkan, yang mana jika taburannya terlalu banyak malah membuat makanan kita tambah asin. Saya tidak suka makanan yang terlalu asin, tapi saya suka makanan pedas. Saya ingin menyarankan Boncabe untuk membuat varian sambal tabur yang kadar garamnya rendah, sehingga bisa dicampur ke berbagai makanan tanpa rasa asin yang berlebihan. Oh iya, jika anda baru saja kenal dengan Boncabe level 30 ini ada baiknya jangan langsung mengkonsumsi dalam jumlah banyak. Karena bisa sakit perut nanti.

Untuk mendapatkan Boncabe Level 30 Extreeem ini mungkin anda akan mengalami kesulitan. Karena tidak semua tempat menjualnya. Entahlah mungkin suatu saat peredaran dan distribusi boncabe level 30 akan umum di masyarakat. Jika anda mengalami kesulitan mendapatkan Boncabe level 30 di daerah anda, cobalah untuk mencarinya secara online di Toped, Buka lapak dan sebagainya.
Read more

Sunday, January 22, 2017

Cara Ganti Font di Android Asus Zenfone Tanpa Root

Jika anda sudah bosan dengan tampilan dan style font di android, mungkin font-nya memang sebaiknya diganti supaya lebih sesuai dengan selera. Ngomong-ngomong soal kustomisasi font, beberapa tahun yang lalu saya pernah membuat tutorial mengenai bagaimana cara mengganti huruf/font di android melalui modul Xposed. Dengan modul Xposed memang agak ribet karena kita harus melakukan root pada smartphone kita. Kalau sekarang sih kayaknya enggak ribet-ribet amat.

Bagi anda pengguna Asus Zenfone, di bagian setting display sudah disediakan pengaturan untuk mengganti huruf/font style. Hanya saja Font yang tersedia masih sedikit. Jika anda orang yang suka gonta-ganti font tentu akan merasa bosan karena font yang sedikit dan butuh suasana baru. Nah, untuk mengatasi hal ini kita bisa menginstall aplikasi bernama XDA POWER FONTS. Dengan aplikasi ini jumlah database font akan bertambah. Saya sendiri tidak menghitung berapa font yang ada di XDA POWER FONTS, yang pasti banyak sekali dan jumlahnya bisa ratusan.

Saya sudah mencoba menginstall XDA POWER FONTS di Asus Zenfone 3 Ze520KL. Hasilnya memang memuaskan. Untuk mengganti font silahkan menuju ke Setting > Display > Font Style. Oh iya, anda tidak perlu melakukan root pada perangkat android anda ketika menginstall XDA POWER FONTS.
XDA-Power-Fonts di Asus Zenfone 3
XDA-Power-Fonts di Asus Zenfone 3

Aplikasi XDA POWER FONTS adalah cara paling gaptek untuk menambahkan database font di android Asus Zenfone, tanpa root, tinggal install. Jumlah font-nya juga banyak banget. Anda yang mempunyai perangkat android non Zenfone juga bisa nyoba aplikasi ini. Asalkan secara default bisa mengganti settingan font-nya.

Jika kalian ingin mencoba XDA POWER FONTS, silahkan download melalui link dibawah ini:

XDA-POWER.FONTS.apk



Read more

Tuesday, January 3, 2017

Review PowerBank Delcell ECO 10000 mAh Real Capacity #Kerehore

Di awal tahun 2017 ini saya ingin mencoba untuk mereview sebuah powerbank dari Delcell yaitu Delcell ECO berkapasitas 10000 mAh. Sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan powerbank karena jika baterai smartphone habis tinggal numpang nyolok di colokan yang bisa dicolok atau memanfaatkan energi alam semesta. Tapi gegara liat video dari Sobat Hape tentang rekomendasi gadget yang harus di beli di Harbolnas Desember 2016 kemarin, saya jadi pingin.

Sebelumnya saya tidak pernah memperhitungkan merek Delcell dalam dunia powerbank. Baru setelah nongol di video Sobat Hape dan direview di situs Ponselmu.com, saya merasa powerbank Delcell ini layak untuk dicoba. Kemudian pada tanggal 11 Desember 2016 kemarin saya memberanikan diri untuk membeli Powerbank Delcell ECO 10000 mAh Real Capacity di Lazada.

Dilihat dari harganya, mungkin kalian akan heran. Powerbank kapasitas 10000 mAh dijual dengan harga cuma Rp 99.000 saja. Baterainya Lithium-Polymer pula. Sampai-sampai dikasih embel-embel "Real Capacity" supaya orang-orang yakin kalau ini bukan abal-abal. Bahkan kita juga diberi garansi setahun oleh Delcell.

Unboxing
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity

Seminggu setelah pemesanan di Lazada, powerbank akhirnya sampai dirumah. Saatnya kita melakukan unboxing. Dari kemasannya memang tidak terlihat sebuah powerbank yang abal-abal. Ketika kemasan dibuka, kita akan mendapatkan 1 buah powerbank delcell ECO, 1 buah kabel micro USB 25 cm, dan kartu garansi. Sayang sekali tidak ditemukan buku petunjuk atau user manual. Pada kemasannya sendiri tidak ditulis Delcell ini buatan mana.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity

Bentuk powerbank Delcell Eco 10000 mAh sendiri cukup ramping dan kompak. Wajar karena menggunakan baterai cell Lithium Polymer, bukan cell Lithium-ion tipe 18650. Powerbank yang menggunakan cell baterai Lithium-Polymer biasanya mempunyai bentuk yang lebih ringkes. Cell baterai Lithium-polymer dan Lithium-ion mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta karakteristik yang berbeda. Penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan Lithium-polymer VS lithium-Ion bisa dilihat disini.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Port input micro usb

Pada powerbank Delcell Eco, kita akan mendapatkan 2 buah output port USB dengan tegangan DC 5 Volt masing-masing 1 Ampere dan 2 Ampere. Kemudian Input port micro USB 5 volt maksimal 2 Ampere. Ada indikator LED serta 1 buah LED yang difungsikan sebagai senter. Untuk menghidupkan senter disediakan sebuah tombol. Tombol ini juga bisa difungsikan untuk mengecek/menghidupkan LED indikator untuk mengetahui sisa kappasitas powerbank secara kasar.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Port output, LED indikator serta tombol

Untuk built quality, dengan harga yang murah sebenarnya sudah cukup bagus. Namun agak rentan pada port-port usb untuk output, serta port micro usb untuk mengisi powerbank yang terlihat tidak presisi dengan body powerbank. Sehingga ketika kita ingin mengisi powerbank ini akan kesulitan untuk menancapkan kabel micro USB.

Pengujian

Setelah menyinggung mengenai built quality. Sekarang kita akan menguji efisiensi dari powerbank Delcell Eco 10000 mAh. Apakah layak powerbank ini mendapatkan embel-embel "Real Capacity" sesuai klaimnya. Di alam semesta sendiri sebuah powerbank dikatakan bagus jika memiliki efisiensi antara 80-90% atau lebih. Bahkan ada salah satu produsen powerbank yang mengklaim jika produknya mempunyai efisiensi diatas 90%.

Untuk menghitung konversi efisiensi powerbank jika memakai cell baterai lithium-ion tipe 18650 (3.7V). Secara kasar bisa diperoleh dari konversi nilai 3.7 Volt ke 5 Volt USB. Mnengapa harus dikonversi ke 5V? Ya karena output USBnya 5V. Namun karena Delcell Eco memakai cell lithium-polymer, yang mana Voltasenya saya tidak tahu, bisa 3.7 Volt, bisa 5 Volt (tergantung pembuat). Untuk mengetahuinya harus dibongkar. Maka untuk mengetahui efisiensinya secara kasar agak sulit dilakukan. Mohon dikoreksi jika ada yang salah.

Jika kita menggunakan pengandaian, misalnya baterai Lithium-polimer pada Delcell Eco mempunyai tegangan 3.7V. Maka Power Conversion bisa dihitung dengan cara sebagai berikut:

Kapasitas tertulis powerbank mili-Ampere-hour (mAh) X 3.7V / 5V

10000mAh X 3.7V = 37000mWh (mili-Watt-hour)

37000mWh / 5V = 7400mAh

Secara teori, kapasitas powerbank Delcell Eco 10000mAh jika dikonversikan ke 5V adalah 7400mAh. Kemudian kita melakukan pengandaian lagi. Misalnya efisiensinya 90%, maka perkiraan kapasitasnya adalah:

7400mAh X 0.9 = 6660mAh

Jadi 6660mAh adalah kapasitas sebenarnya yang bisa dimanfaatkan untuk ngecas smartphone. Jika kita mempunyai smartphone dengan kapasitas baterai 2600mAh, misalnya. Kita akan mendapatkan siklus charging sebanyak 6660 / 2600 = 2.56 Kali.

Nah, untuk mengetahui tingkat efisiensi powerbank secara REAL. kita bisa menggunaka alat bernama USB AMPERE VOLT METER atau yang populer disebut dengan USB DOCTOR. Dengan alat ini kita bisa mengetahui arus dan tegangan yang masuk (charging) atau yang dikeluarkan (discharge) oleh powerbank. USB DOCTOR yang saya gunakan untuk pengujian powerbank ini bernama KCX-017. Berbeda dengan USB Doctor yang lainnya, KCX-017 selain bisa untuk mengetahui arus dan tegangan secara realtime. Juga bisa mencatat TOTAL arus yang masuk/dikeluarkan oleh powerbank.

Kita akan mencatat 2 data, yaitu total input arus saat powerbank dicas (charging). Kemudian output total arus yang dikeluarkan powerbank saat ngecas hape (discharge). Dari kedua data tersebut kita bisa menghitung power conversion dan efisiensi Delcell Eco secara lebih pasti.

Caranya adalah, powerbank dikosongkan sampai benar-benar mati, kemudian diisi/charging. Saat melakukan charging powerbank inilah kita akan memasang alat KCX-017 diantara charger dan powerbank. KCX-017 akan mencatat total arus yang dikeluarkan charger untuk mengisi powerbank hingga penuh. Oh iya, charger yang saya gunakan untuk mengisi powerbank adalah Charger bawaan Asus Zenfone 3 ZE520KL yang mempunyai output tegangan 5 Volt 2 Ampere.
Mengisi Powerbank Delcell Eco sembari dipantau dengan alat KCX-017
Mengisi Powerbank Delcell Eco sembari dipantau dengan alat KCX-017

Sekedar tips dari saya, untuk mengisi/charging powerbank Delcell Eco saya sarankan menggunakan kabel USB yang berukuran pendek (bisa kebel bawaan). Karena dengan kabel USB bawaan yang pendek bisa mengirimkan arus yang lebih besar dari pada menggunakan kabel USB yang lebih panjang. Terbukti ketika saya ukur menggunakan KCX-017, kabel USB pendek 25 cm bisa mengirimkan arus maksimal 1.41 Ampere hingga 2.12 Ampere dengan charger Asus. Sementara dengan menggunakan kabel panjang 1 m hanya bisa mengirimkan arus maksimal sebesar 0.90 Ampere. Jadi mengisi powerbank dengan kabel pendek akan lebih cepat tentunya. Perbedaannya lumayan signifikan, mengisi menggunakan kabel panjang butuh waktu hingga 8 jam, dengan kabel pendek cukup 5-5,5 jam saja.
Mengisi powerbank dengan kabel usb pendek berhasil mengalirkan arus lebih besar maksimal 2.12 A
Mengisi powerbank dengan kabel usb pendek berhasil mengalirkan arus lebih besar maksimal 2.12 A

Setelah mendapatkan total input arus saat Charging, selanjutnya kita akan melakukan pengukuran total output arus powerbank ketika mengisi smartphone (discharge). jadi ketika kita mengisi baterai smartphone dengan Delcell Eco, kita akan memasang KCX-017 diantara powerbank dan smartphone. Pengukuran dilakukan sampai powerbank benar-benar mati.

Hasil yang didapat pada pengukuran input arus saat melakukan charging delcell eco berdasarkan alat KCX-017 adalah 9421mAh. Jadi dari kapasitas tertulis 10000mAh bisa terisi kapasitas sebesar 9421mAh. Dari hasil data ini sebenarnya sudah bisa dibuktikan jika Powerbank Delcell Eco 10000mAh memang real capacity. Kabar baiknya lagi, ketika pengisian Delcell Eco sudah benar-benar penuh. Arus secara otomatis akan di cut. Hal ini terlihat pada alat KCX-017 yang menunjukkan angka 0 Ampere. yang artinya Delcell Eco bisa melindungi dirinya sendiri dari pengisian yang berlebihan (overcharge protection).
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Total Arus yang diisikan ke powerbank Delcell Eco

Kemudian untuk hasil data total output arus saat discharge. Powerbank Delcell Eco saya gunakan untuk mengisi baterai Asus Zenfone 3 Ze520KL. Pengisian dilakukan dengan cara menyambung alat KCX-017 ke powerbank (port/output no 2) kemudian diteruskan ke kabel USB Type-C menuju ke Asus Zenfone 3. Pengisian dilakukan ketika kapasitas baterai Zenfone 3 tersisa 15%. Spesifikasi Pada port/output no 2 di Delcell Eco tertulis sebesar 5V 2A. Pada kenyataannya Output USB no 2 maksimal hanya 0.90A seperti yang tertera pada KCX-017. Kemungkinan karena menggunakan kabel USB Type-C yang terlalu panjang (1m). Akibatnya pengisian baterai Asus Zenfone 3 dari 15% ke 100% membutuhkan waktu yang lama hampir tiga jam.
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Seharusnya port 2 bisa mengalirkan arus hingga 2A, tapi nyatanya maksimal cuma 0.90A

Total siklus charging hape yang saya peroleh, saya bisa mengisi kapasitas baterai Zenfone 3 ZE520KL dari 15% ke 100% sebanyak 3.4 kali, sampai powerbank benar-benar mati. Output total arus yang dikeluarkan Delcell Eco untuk mengisi Zenfone 3 sebanyak 3.4 kali adalah 6804 mAh.
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Total output Delcell Eco 10000mAh

Nah, sekarang kita sudah mendapatkan dua data yaitu total arus input (charging) sebesar 9421mAh. Dan total arus output (discharge) sebesar 6804mAh. Dari kedua data tersebut kita bisa menghitung power conversion dan efisiensi powerbank delcell eco:

Kapasitas setelah dikonversi ke 5V, dengan pengandaian tegangan baterai li-po 3.7V:
9421mAh X 3.7V = 34857.7mWh

34857.7mWh / 5V = 6971.54mAh

Efisiensi:

(6804mAh / 6971.54mAh) X 100 = 97.59%

Kesimpulan

Secara teori kapasitas Powerbank Delcell Eco 10000mAh setelah dikonversi ke 5V adalah 7400mAh. Jika diukur menggunakan alat KCX-017 mendapatkan total input sebesar 9421mAh, yang jika dikonversi ke 5V menjadi 6971.54mAh. Total output menurut alat KCX-017 adalah 6804mAh. Efisiensi yang didapat adalah 97.59% yang mana ini besar banget.

Oke, jadi powerbank Delcell Eco 10000mAh memang real capacity. Menurut saya dengan harga yang murah kita sudah diuntungkan dengan mendapatkan powerbank dengan kapasitas 10000mAh. Dengan harga yang murah tentu kita tidak bisa mendapat fitur-fitur yang wah seperti Qualcomm Quick Charging atau semacamnya. Namun untuk fungsi basic sebagai powerbank KERE-HORE sepertinya sudah cukup mumpuni. Namun ada hal yang patut disayangkan yaitu output 2 yang seharusnya 2 Ampere tapi cuma keluar maksimal 0.90 Ampere saja. Jadi ngecas hape Zenfone 3 jadi terasa lama banget. Saya sudah mencoba ngecas dengan kabel USB type-c yang pendek (25 cm) tapi tetap saja output maksimalnya cuma 0.90A.

Harap dicatat bahwa efisiensi sebuah powerbank itu bisa berubah-ubah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi seperti umur powerbank, suhu/temperatur dan kelembaban udara. Kadang walaupun powerbank sudah diisi penuh, namun jika lama tidak digunakan kapasitas bisa berkurang sendiri karena cell baterai mengalami self-discharge.
Read more