Tuesday, January 3, 2017

Review PowerBank Delcell ECO 10000 mAh Real Capacity #Kerehore

Di awal tahun 2017 ini saya ingin mencoba untuk mereview sebuah powerbank dari Delcell yaitu Delcell ECO berkapasitas 10000 mAh. Sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan powerbank karena jika baterai smartphone habis tinggal numpang nyolok di colokan yang bisa dicolok atau memanfaatkan energi alam semesta. Tapi gegara liat video dari Sobat Hape tentang rekomendasi gadget yang harus di beli di Harbolnas Desember 2016 kemarin, saya jadi pingin.

Sebelumnya saya tidak pernah memperhitungkan merek Delcell dalam dunia powerbank. Baru setelah nongol di video Sobat Hape dan direview di situs Ponselmu.com, saya merasa powerbank Delcell ini layak untuk dicoba. Kemudian pada tanggal 11 Desember 2016 kemarin saya memberanikan diri untuk membeli Powerbank Delcell ECO 10000 mAh Real Capacity di Lazada.

Dilihat dari harganya, mungkin kalian akan heran. Powerbank kapasitas 10000 mAh dijual dengan harga cuma Rp 99.000 saja. Baterainya Lithium-Polymer pula. Sampai-sampai dikasih embel-embel "Real Capacity" supaya orang-orang yakin kalau ini bukan abal-abal. Bahkan kita juga diberi garansi setahun oleh Delcell.

Unboxing
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity

Seminggu setelah pemesanan di Lazada, powerbank akhirnya sampai dirumah. Saatnya kita melakukan unboxing. Dari kemasannya memang tidak terlihat sebuah powerbank yang abal-abal. Ketika kemasan dibuka, kita akan mendapatkan 1 buah powerbank delcell ECO, 1 buah kabel micro USB 25 cm, dan kartu garansi. Sayang sekali tidak ditemukan buku petunjuk atau user manual. Pada kemasannya sendiri tidak ditulis Delcell ini buatan mana.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity

Bentuk powerbank Delcell Eco 10000 mAh sendiri cukup ramping dan kompak. Wajar karena menggunakan baterai cell Lithium Polymer, bukan cell Lithium-ion tipe 18650. Powerbank yang menggunakan cell baterai Lithium-Polymer biasanya mempunyai bentuk yang lebih ringkes. Cell baterai Lithium-polymer dan Lithium-ion mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta karakteristik yang berbeda. Penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan Lithium-polymer VS lithium-Ion bisa dilihat disini.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Port input micro usb

Pada powerbank Delcell Eco, kita akan mendapatkan 2 buah output port USB dengan tegangan DC 5 Volt masing-masing 1 Ampere dan 2 Ampere. Kemudian Input port micro USB 5 volt maksimal 2 Ampere. Ada indikator LED serta 1 buah LED yang difungsikan sebagai senter. Untuk menghidupkan senter disediakan sebuah tombol. Tombol ini juga bisa difungsikan untuk mengecek/menghidupkan LED indikator untuk mengetahui sisa kappasitas powerbank secara kasar.
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Unboxing Delcell Eco 10000mAh real Capacity
Port output, LED indikator serta tombol

Untuk built quality, dengan harga yang murah sebenarnya sudah cukup bagus. Namun agak rentan pada port-port usb untuk output, serta port micro usb untuk mengisi powerbank yang terlihat tidak presisi dengan body powerbank. Sehingga ketika kita ingin mengisi powerbank ini akan kesulitan untuk menancapkan kabel micro USB.

Pengujian

Setelah menyinggung mengenai built quality. Sekarang kita akan menguji efisiensi dari powerbank Delcell Eco 10000 mAh. Apakah layak powerbank ini mendapatkan embel-embel "Real Capacity" sesuai klaimnya. Di alam semesta sendiri sebuah powerbank dikatakan bagus jika memiliki efisiensi antara 80-90% atau lebih. Bahkan ada salah satu produsen powerbank yang mengklaim jika produknya mempunyai efisiensi diatas 90%.

Untuk menghitung konversi efisiensi powerbank jika memakai cell baterai lithium-ion tipe 18650 (3.7V). Secara kasar bisa diperoleh dari konversi nilai 3.7 Volt ke 5 Volt USB. Mnengapa harus dikonversi ke 5V? Ya karena output USBnya 5V. Namun karena Delcell Eco memakai cell lithium-polymer, yang mana Voltasenya saya tidak tahu, bisa 3.7 Volt, bisa 5 Volt (tergantung pembuat). Untuk mengetahuinya harus dibongkar. Maka untuk mengetahui efisiensinya secara kasar agak sulit dilakukan. Mohon dikoreksi jika ada yang salah.

Jika kita menggunakan pengandaian, misalnya baterai Lithium-polimer pada Delcell Eco mempunyai tegangan 3.7V. Maka Power Conversion bisa dihitung dengan cara sebagai berikut:

Kapasitas tertulis powerbank mili-Ampere-hour (mAh) X 3.7V / 5V

10000mAh X 3.7V = 37000mWh (mili-Watt-hour)

37000mWh / 5V = 7400mAh

Secara teori, kapasitas powerbank Delcell Eco 10000mAh jika dikonversikan ke 5V adalah 7400mAh. Kemudian kita melakukan pengandaian lagi. Misalnya efisiensinya 90%, maka perkiraan kapasitasnya adalah:

7400mAh X 0.9 = 6660mAh

Jadi 6660mAh adalah kapasitas sebenarnya yang bisa dimanfaatkan untuk ngecas smartphone. Jika kita mempunyai smartphone dengan kapasitas baterai 2600mAh, misalnya. Kita akan mendapatkan siklus charging sebanyak 6660 / 2600 = 2.56 Kali.

Nah, untuk mengetahui tingkat efisiensi powerbank secara REAL. kita bisa menggunaka alat bernama USB AMPERE VOLT METER atau yang populer disebut dengan USB DOCTOR. Dengan alat ini kita bisa mengetahui arus dan tegangan yang masuk (charging) atau yang dikeluarkan (discharge) oleh powerbank. USB DOCTOR yang saya gunakan untuk pengujian powerbank ini bernama KCX-017. Berbeda dengan USB Doctor yang lainnya, KCX-017 selain bisa untuk mengetahui arus dan tegangan secara realtime. Juga bisa mencatat TOTAL arus yang masuk/dikeluarkan oleh powerbank.

Kita akan mencatat 2 data, yaitu total input arus saat powerbank dicas (charging). Kemudian output total arus yang dikeluarkan powerbank saat ngecas hape (discharge). Dari kedua data tersebut kita bisa menghitung power conversion dan efisiensi Delcell Eco secara lebih pasti.

Caranya adalah, powerbank dikosongkan sampai benar-benar mati, kemudian diisi/charging. Saat melakukan charging powerbank inilah kita akan memasang alat KCX-017 diantara charger dan powerbank. KCX-017 akan mencatat total arus yang dikeluarkan charger untuk mengisi powerbank hingga penuh. Oh iya, charger yang saya gunakan untuk mengisi powerbank adalah Charger bawaan Asus Zenfone 3 ZE520KL yang mempunyai output tegangan 5 Volt 2 Ampere.
Mengisi Powerbank Delcell Eco sembari dipantau dengan alat KCX-017
Mengisi Powerbank Delcell Eco sembari dipantau dengan alat KCX-017

Sekedar tips dari saya, untuk mengisi/charging powerbank Delcell Eco saya sarankan menggunakan kabel USB yang berukuran pendek (bisa kebel bawaan). Karena dengan kabel USB bawaan yang pendek bisa mengirimkan arus yang lebih besar dari pada menggunakan kabel USB yang lebih panjang. Terbukti ketika saya ukur menggunakan KCX-017, kabel USB pendek 25 cm bisa mengirimkan arus maksimal 1.41 Ampere hingga 2.12 Ampere dengan charger Asus. Sementara dengan menggunakan kabel panjang 1 m hanya bisa mengirimkan arus maksimal sebesar 0.90 Ampere. Jadi mengisi powerbank dengan kabel pendek akan lebih cepat tentunya. Perbedaannya lumayan signifikan, mengisi menggunakan kabel panjang butuh waktu hingga 8 jam, dengan kabel pendek cukup 5-5,5 jam saja.
Mengisi powerbank dengan kabel usb pendek berhasil mengalirkan arus lebih besar maksimal 2.12 A
Mengisi powerbank dengan kabel usb pendek berhasil mengalirkan arus lebih besar maksimal 2.12 A

Setelah mendapatkan total input arus saat Charging, selanjutnya kita akan melakukan pengukuran total output arus powerbank ketika mengisi smartphone (discharge). jadi ketika kita mengisi baterai smartphone dengan Delcell Eco, kita akan memasang KCX-017 diantara powerbank dan smartphone. Pengukuran dilakukan sampai powerbank benar-benar mati.

Hasil yang didapat pada pengukuran input arus saat melakukan charging delcell eco berdasarkan alat KCX-017 adalah 9421mAh. Jadi dari kapasitas tertulis 10000mAh bisa terisi kapasitas sebesar 9421mAh. Dari hasil data ini sebenarnya sudah bisa dibuktikan jika Powerbank Delcell Eco 10000mAh memang real capacity. Kabar baiknya lagi, ketika pengisian Delcell Eco sudah benar-benar penuh. Arus secara otomatis akan di cut. Hal ini terlihat pada alat KCX-017 yang menunjukkan angka 0 Ampere. yang artinya Delcell Eco bisa melindungi dirinya sendiri dari pengisian yang berlebihan (overcharge protection).
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Total Arus yang diisikan ke powerbank Delcell Eco

Kemudian untuk hasil data total output arus saat discharge. Powerbank Delcell Eco saya gunakan untuk mengisi baterai Asus Zenfone 3 Ze520KL. Pengisian dilakukan dengan cara menyambung alat KCX-017 ke powerbank (port/output no 2) kemudian diteruskan ke kabel USB Type-C menuju ke Asus Zenfone 3. Pengisian dilakukan ketika kapasitas baterai Zenfone 3 tersisa 15%. Spesifikasi Pada port/output no 2 di Delcell Eco tertulis sebesar 5V 2A. Pada kenyataannya Output USB no 2 maksimal hanya 0.90A seperti yang tertera pada KCX-017. Kemungkinan karena menggunakan kabel USB Type-C yang terlalu panjang (1m). Akibatnya pengisian baterai Asus Zenfone 3 dari 15% ke 100% membutuhkan waktu yang lama hampir tiga jam.
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Seharusnya port 2 bisa mengalirkan arus hingga 2A, tapi nyatanya maksimal cuma 0.90A

Total siklus charging hape yang saya peroleh, saya bisa mengisi kapasitas baterai Zenfone 3 ZE520KL dari 15% ke 100% sebanyak 3.4 kali, sampai powerbank benar-benar mati. Output total arus yang dikeluarkan Delcell Eco untuk mengisi Zenfone 3 sebanyak 3.4 kali adalah 6804 mAh.
Menguji Powerbank Delcell Eco 10000mAh
Total output Delcell Eco 10000mAh

Nah, sekarang kita sudah mendapatkan dua data yaitu total arus input (charging) sebesar 9421mAh. Dan total arus output (discharge) sebesar 6804mAh. Dari kedua data tersebut kita bisa menghitung power conversion dan efisiensi powerbank delcell eco:

Kapasitas setelah dikonversi ke 5V, dengan pengandaian tegangan baterai li-po 3.7V:
9421mAh X 3.7V = 34857.7mWh

34857.7mWh / 5V = 6971.54mAh

Efisiensi:

(6804mAh / 6971.54mAh) X 100 = 97.59%

Kesimpulan

Secara teori kapasitas Powerbank Delcell Eco 10000mAh setelah dikonversi ke 5V adalah 7400mAh. Jika diukur menggunakan alat KCX-017 mendapatkan total input sebesar 9421mAh, yang jika dikonversi ke 5V menjadi 6971.54mAh. Total output menurut alat KCX-017 adalah 6804mAh. Efisiensi yang didapat adalah 97.59% yang mana ini besar banget.

Oke, jadi powerbank Delcell Eco 10000mAh memang real capacity. Menurut saya dengan harga yang murah kita sudah diuntungkan dengan mendapatkan powerbank dengan kapasitas 10000mAh. Dengan harga yang murah tentu kita tidak bisa mendapat fitur-fitur yang wah seperti Qualcomm Quick Charging atau semacamnya. Namun untuk fungsi basic sebagai powerbank KERE-HORE sepertinya sudah cukup mumpuni. Namun ada hal yang patut disayangkan yaitu output 2 yang seharusnya 2 Ampere tapi cuma keluar maksimal 0.90 Ampere saja. Jadi ngecas hape Zenfone 3 jadi terasa lama banget. Saya sudah mencoba ngecas dengan kabel USB type-c yang pendek (25 cm) tapi tetap saja output maksimalnya cuma 0.90A.

Harap dicatat bahwa efisiensi sebuah powerbank itu bisa berubah-ubah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi seperti umur powerbank, suhu/temperatur dan kelembaban udara. Kadang walaupun powerbank sudah diisi penuh, namun jika lama tidak digunakan kapasitas bisa berkurang sendiri karena cell baterai mengalami self-discharge.
Read more

Monday, December 26, 2016

Akhirnya Makan Samyang Hot Chicken Ramen

Dulu sempat populer di dunia youtube tentang Samyang Challenge. Inti dari Samyang challenge ini adalah bisa menahan rasa pedas mie Samyang yang luar biasa ketika memakannya. Melihat ekspresi orang-orang yang kepedesan membuat saya penasaran dengan Samyang yang langsung di impor dari Korea ini.

Sayangnya waktu itu saya belum tahu dimana tempat membeli Samyang. Sebenarnya Samyang sudah banyak dijual secara online. Namun, saya belum pernah belanja makanan apalagi mie secara online. Takut rusak atau apalah ketika dalam pengiriman. Akibatnya, keinginan untuk mencoba samyang selalu tertunda dan seiring dengan bertambahnya waktu saya jadi lupa.

Hari demi hari keinginan saya untuk mencoba Samyang sudah hilang. Sampai pada akhirnya beberapa hari yang lalu saya melihat tayangan Youtube Rewind Indonesia 2016 yang mana salah satu scenenya beradegan tentang Samyang Challenge. Kemudian saya berpikir bahwa saya akan masuk dalam kaum yang merugi bila di akhir tahun 2016 ini belum pernah makan Mie Samyang.
Tampilan  Samyang Hot Chicken Ramen
Tampilan  Samyang Hot Chicken Ramen

Pucuk dicinta telolet pun tiba. Ketika mampir ke salah satu Pasar Swalayan Superindo di Semarang untuk membeli kopi. Tiba-tiba saya mendapatkan wangsit untuk segera mampir ke bagian rak mie instant. Benar saja, ternyata di rak mie instan tersebut terdapat Samyang Hot Chicken Ramen yang saya yakin jumlahnya tidak lebih dari 10 bungkus.
Saran penyajian Mie Samyang yang sudah pakai bahasa Indonesia
Saran penyajian Mie Samyang yang sudah pakai bahasa Indonesia

Jujur saja saya baru mengetahui jika Samyang Hot Chicken Ramen ternyata dijual secara bebas di Superindo (kuper). Tanpa berpikir panjang, saya mengambil dua bungkus untuk dicoba. Harganya sendiri sekitar Rp 17.490 per bungkus. Perlu anda ketahui bahwa Samyang yang saya beli ini ternyata sudah di import secara resmi oleh PT KORINUS. Bahkan di bungkusnya sudah tertera saran penyajian dalam bahasa Indonesia dan sudah memiliki ijin BPOM. Sayangnya jika anda mencari logo sertifikat HALAL di Samyang Hot Chicken Ramen sepertinya tidak ditemukan.
Harga Samyang Hot Chicken Ramen di Superindo
Harga Samyang Hot Chicken Ramen di Superindo 

Setelah sampai dirumah, akhirnya saya mencoba untuk memasak Samyang Hot Chicken Ramen. Berikut ini adalah cara memasak Samyang Hot Chicken Ramen yang benar menurut saran penyajian:


  1. Didihkan air sebanyak 600 ml. Kemudian rebus mie selama 5 menit.
  2. Tiriskan mie, sisakan sedikit air (8 sendok). Kemudian masak mie dengan bumbu, aduk selama 30 detik dengan api kecil. 
  3. Matikan api dan mie siap dihidangkan. Rasakan sensasinya.

Dalam bungkus Samyang: Mie, Bumbu, Taburan berupa biji wijen dan rumput laut
Dalam bungkus Samyang: Mie, Bumbu, Taburan berupa biji wijen dan rumput laut

Oke, setelah memasaknya sesuai dengan saran penyajian, kini saatnya mereview mie Samyang ini. Dari aroma dan rasa bumbunya, sekilas malah mirip dengan saos bolognese yang biasanya ada di spaghetti. Boleh dikatakan rasanya enak dan cocok untuk lidah orang Indonesia.
Samyang Hot Chicken Ramen yang sudah tersaji
Samyang Hot Chicken Ramen yang sudah tersaji

Namun ada yang aneh, setelah menyantap sesuap dua suap saya mendapati rasanya emang pedas tapi biasa saja. Setelah saya habiskan semua, kemudian saya berkaca. Saya tidak mendapati ekspresi muka saya seperti para youtuber yang kepedesan dengan sangat saat mencoba Samyang Challenge. Jangan-jangan ini konspirasi wahyudi..wkwk..

Bagi saya rasa pedas Samyang Hot Chicken Ramen masih kalah dengan Indomie yang dicampur BonCabe level 15 sebanyak 1/4 botol. Jika anda terbiasa memakan makanan yang super pedas, tentu akan mudah sekali menghabiskan Samyang Hot Chicken Ramen tanpa diselingi dengan minum.

Oke, itulah pengalaman dan review saya mengenai Samyang Hot Chicken Ramen. Ternyata mie Samyang sudah bisa dibeli di pasar swalayan lokal di Semarang. Rasa Mie Samyang boleh dikatakan enak. Namun rasa pedasnya ternyata masih dibawah ekspektasi saya. Mungkin saya memang sudah terbiasa dengan makanan yang pedas.
Read more

Wednesday, December 21, 2016

Pengalaman Belanja di Jakarta Notebook Cabang Semarang

Suatu ketika saya sedang membutuhkan alat yang namanya USB volt and ampere meter tester, atau yang populer disebut "USB DOCTOR" yang berfungsi untuk mengukur output tegangan dan arus pada charger atau powerbank. Alat yang langka seperti ini tidak bisa didapatkan di toko komputer atau elektronik biasa. Bahkan tidak banyak orang yang tahu kalau alat seperti ini ternyata "exist" di dunia nyata.

Alternatif untuk mendapatkan alat ini adalah dengan cara belanja online. Tapi ada beberapa hal yang saya tidak suka dari belanja online seperti ongkos kirim yang bisa mencapai 50% dari harga barang itu sendiri, kemudian barang baru sampai berhari-hari kemudian padahal kita butuh cepet. Tiba-tiba saya kepikiran nyari barang ini di Jakarta Notebook, karena di tempat tinggal saya di Semarang ada cabang tokonya. Kemudian saya mencari barang yang saya maksud di website jakartanotebook.com, dan ternyata ada!

Jakarta Notebook ini memang terkenal menyediakan barang-barang yang unik dan langka, terutama yang berhubungan dengan barang elektronik, aksesoris komputer dan smartphone. Cara belanja di toko ini juga agak unik. Jika anda ingin belanja langsung ke Tokonya, ada baiknya menyiapkan hal-hal seperti berikut:


  • Pertama, buat akun di web jakartanotebook.com layaknya membuat akun di online shop lain. 
  • Kedua, cari dan cek barang yang akan anda beli terutama ketersediaan stock di cabang kota anda.


Jika barang yang anda cari ready stock, anda bisa langsung meluncur ke toko offlinenya. Sebenarnya bisa sih belanja secara online. Tapi kalo cabang tokonya ada di kota anda mending langsung meluncur ke tokonya biar sekalian bisa cek barang sebelum membeli. Nah, pengalaman saya ketika pertama kali ke Toko Jakarta Notebook Cabang Semarang yang beralamat di jalan Sriwijaya no 88 adalah.. Tokonya sangat rame! Saking ramenya sampe saya bingung mau berdiri dimana.
Kondisi toko Jakarta Notebook cabang Semarang yang selalu ramai
Kondisi toko Jakarta Notebook cabang Semarang yang selalu ramai

Untuk membeli barang disini, jika anda sudah membuat akun sebelumnya. Bisa menggunakan layanan Self Service. Ditengah-tengah toko disediakan beberapa laptop untuk memesan barang. Caranya, silahkan anda login akun anda di laptop tersebut. Kemudian cari barang yang ingin anda beli dan klik 'pesan barang', maka pegawai jakartanotebook akan segera menyiapkan barang yang anda pesan.
Memesan barang di Jakarta Notebook Semarang dengan layanan self service
Memesan barang di Jakarta Notebook Semarang dengan layanan self service

Jika barang sudah siap, pegawai akan memanggil nama anda untuk melakukan cek fisik dan tes barang. Jika barang sudah OK anda bisa melanjutkan pembayaran di kasir. Untuk membayar di kasir pun, anda harus menunggu hingga dipanggil. Jadi ketika belanja disini anda kan mengalami 2X antri, yaitu saat pegawai menyiapkan barang untuk di test, kemudian saat anda ingin membayar di kasir. Menurut saya sistem antrian ini sangat unik dan cukup efisien, saya merasa seperti ngantri di dokter atau Puskesmas. Lamanya antrian tergantung banyaknya jumlah pasien, eh maksudnya jumlah pengunjung. Tapi karena pengunjung Jakarta Notebook selalu ramai, kemungkinan anda bisa terjebak selama 30 menit atau lebih didalam toko.

Setelah anda membayar di kasir, anda akan menerima receipt atau nota fisik bukti pembayaran. Selain nota fisik, anda akan dikirimi nota versi PDF ke alamat email anda. Simpan baik-baik nota ini sebagai bukti jika anda ingin melakukan klaim garansi.
Bukti Pembayaran Jakarta Notebook Semarang
Bukti Pembayaran Jakarta Notebook Semarang

Oke, itulah pengalaman saya belanja di toko Jakarta Notebook cabang Semarang. Walaupun selalu ngantri dan panas tapi cukup worth-it. Kita bisa mendapatkan aksesoris IT ataupun tools langka dengan harga yang cukup miring. Saran saya untuk Jakarta Notebook cabang Semarang agar memaksimalkan beberapa unit AC yang tersedia agar yang ngantri tidak kepanasan.
Read more

Wednesday, November 30, 2016

Review Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB

Ketika kapasitas memori internal pada smartphone dirasa kurang cukup. Maka kita akan berpikir untuk melakukan ekspansi memori pada perangkat. Perangkat Asus Zenfone 3 ZE520KL yang saya miliki sebenarnya sudah dibekali dengan memori internal sebesar 32 GB. Bagi sebagian orang, memori internal sebesar 32 GB mungkin lebih dari cukup. Namun bagi anda yang suka menggunakan smartphone untuk foto-foto, merekam video Full HD, dan nonton film/serial, bisa jadi memori internal 32 GB akan terasa kurang. Bagi anda yang berencana untuk melakukan ekspansi memori pada smartphone, ada baiknya menyimak ulasan saya tentang microSDXC Samsung Plus Class-10 UHS-I.

Sebelum membeli MicroSD untuk smartphone, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk saya misalnya, karena saya suka foto-foto dan merekam video dengan resolusi Full HD. Maka saya akan membeli MicroSD dengan spesifikasi minimal Class-10 UHS-I. Dengan spesifikasi seperti ini akan membuat perekaman video Full HD lancar dan tidak tersendat-sendat karena MicroSD dengan spesifikasi ini mempunyai kecepatan baca dan tulis (read/write) yang tinggi. Jika anda suka merekam video 4K, tentu anda akan membutuhkan spesifikasi memori yang lebih tinggi. Anda bisa memilih merek apapun untuk microSD, asalkan Ori dan spesifikasinya sesuai.

Beberapa waktu yang lalu saya membeli Samsung microSDXC EVO Plus Class 10 UHS-I berkapasitas 64GB. Saya membelinya di lapak Enterkomputer via Tokopedia. Dari tampangnya sih sepertinya meyakinkan. Ada embel-embel Read speed up to 80MB/s dan Write speed up to 20MB/s, lumayanlah untuk UHS-I.
Review Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB
Review Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB
Review Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB

Barang yang kita dapat saat pembelian adalah 1 buah MicroSd samsung dan adapter. Samsung microSDXC EVO Plus Class 10 UHS-I 64GB yang saya dapatkan bertuliskan Made in Korea sedangkan adapternya bertuliskan Made in China. Konon, salah satu ciri MicroSD Samsung Evo yang asli/original harus bertuliskan Made in Korea atau Philippines. Tapi ga tau juga sih. Mohon para pembaca mengecek kebenarannya.
Review Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB
Samsung EVO Plus dan adapter
Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I MB-MC64D Made in Korea, Adapter Made in China
Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I MB-MC64D Made in Korea, Adapter Made in China

Ada baiknya anda mengecek apakah microSd yang anda beli asli atau palsu. Salah satu caranya adalah, dengan menginstall aplikasi bernama SD Insight yang bisa di download secara gratis di playstore. Dengan aplikasi ini kita bisa melihat informasi mengenai Vendor/pembuat, tanggal manufaktur, kapasitas dan lain-lain.
Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB on SD Insight
Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I 64GB on SD Insight

Saat di test menggunakan aplikasi Sd Insight, Samsung microSDXC EVO Plus Class 10 UHS-I 64GB milik saya sudah menampilkan informasi seperti sebagaimana mestinya. Namun ada yang mengganjal yaitu "Model" yang cuma menampilkan angka 00000. Setelah browsing sana-sini ternyata memang beberapa tipe MicroSd Samsung EVO akan menampilkan info seperti itu ketika dibaca menggunakan aplikasi SD Insight.

Kemudian untuk performa. Di bungkus tertera Read speed up to 80MB/s dan Write speed up to 20MB/s. Untuk mengujinya, kita bisa menggunakan aplikasi bernama A1 SD Bench yang bisa diunduh secara gratis di playstore. Dengan aplikasi ini kita bisa melakukan benchmark kecepatan baca dan tulis pada microSd yang terinstall di perangkat kita.
hasil benchmark kecepatan read/write Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I
hasil benchmark kecepatan read/write Samsung microSDXC EVO Plus Class-10 UHS-I

Hasil pengujian yang didapat melalui aplikasi A1 SD Bench adalah, Samsung microSDXC EVO Plus Class 10 UHS-I 64GB memiliki kecepatan Read 80.61MB/s dan Write 25.52MB/s. Artinya kecepatan read dan write sudah sesuai bahkan melebihi klaim yang tertulis pada bungkusnya. Ada baiknya anda juga melakukan test secara real dengan cara mengcopy file dari PC ke microSD pada port USB 3.0/3.1.

Kesimpulan

Saya sendiri sudah menggunakan Samsung microSDXC EVO Plus Class 10 UHS-I di smartphone sudah hampir sebulan. Sejauh ini belum menemukan masalah sama sekali. Untuk merekam video Full-HD 60fps lancar-lancar saja tidak menemui hambatan. Boleh saya katakan, untuk saat ini kenerjanya memuaskan, semoga kedepannya bisa awet. Oke sekian dulu review dari saya semoga berguna bagi anda yang sedang tersesat.
Read more

Thursday, November 10, 2016

Uji Kekuatan Baterai Asus Zenfone 3 ZE520KL

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih Asus Zenfone 3 ZE520KL cuma dibekali kapasitas baterai cuma 2600 mAh? Padahal dengan body berukuran 5.2 inchi dan harga yang relatif tidak murah, seharusnya Zenfone Ze520Kl bisa dibenamkan baterai dengan kapasitas paling tidak 3000 mAh lah. Dengan kapasitas baterai yang cuma 2600 mAh apakah membuat Asus Zenfone 3 Ze520KL menjadi boros?

Pada kenyataannya, banyak reviewers yang menilai bahwa SOT (Screen On-Time) pada Asus Zenfone 3 Ze520KL cukup baik. Hal ini disebabkan karena Ze520KL sudah menggunakan SoC Qualcomm Snapdragon 625 yang mana CPU nya sudah dibuat pada arsitektur 14 nm. Dengan arsitektur ukuran 14nm, secara teori Snapdragon 625 akan lebih irit dalam konsumsi energi tanpa mengorbankan performa. Semakin kecil ukuran transistor maka semakin efisien karena jumlah transistor yang dimasukan ke CPU akan lebih banyak dalam ukuran chip yang sama.

Saya pun penasaran ingin segera mereview kemampuan baterai Asus Zenfone 3 ze520kl. Apakah benar dengan baterai dengan kapasitas 2600 mAh sudah layak untuk smartphone ini. Oke, langsung saja kita tes. Seperti biasa pengetesan baterai akan dilihat dari SoT (Screen on Time) yang didapat. Pengetesan dilakukan beberapa kali dengan penggunaan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah hasilnya.
Dalam pengetesan yang pertama ini, saya menggunakan Asus Zenfone 3 ZE520KL secara intense. Saya gunakan untuk nonton film/TV Show dengan codec HEVC. Sosmed seperti twitter, instagram, Path, Quora, Reddit, Youtube, BBm, WA dan Flipboard. Foto-foto, Video, Browsing serta memainkan game semacam Modern Combat 5. Harap dicatat bahwa pengetesan ini dilakukan pada jaringan full 4G Ooredoo tanpa menggunakan wifi sama sekali. Dan inilah SoT yang didapat:
Pada pengetesan ze520kl secara intense Didapatkan SoT 5 jam 24 menit dari keadaan baterai 100% sampai sisa baterai sebanyak 15%.
Pada pengetesan baterai yang lumayan intense. Didapatkan SoT 5 jam 24 menit dari keadaan baterai 100% sampai sisa baterai sebanyak 15%.

Pada pengetesan kedua. Penggunaan hampir sama dengan pengetesan yang pertama. Namun kali ini tanpa main game dan nonton film. Kebanyakan digunakan untuk sosmed, messenger, nonton youtube, browsing, baca-baca Wattpad serta liat-liat barang di aplikasi shoping seperti Bukalapak dan tokopedia. SoT yang didapatkan bisa tembus 8 jam 5 menit dari keadaan baterai 100% hingga tinggal 15%. Kali ini juga menggunakan koneksi internet full 4G tanpa wifi.
Pada pengetesan kedua SoT Zenfone 3 ZE520KL tembus 8 jam 5 menit.
Pada pengetesan kedua SoT Zenfone 3 ZE520KL tembus 8 jam 5 menit.


Melihat hasil Screen on time Asus Zenfone 3 ZE520KL diatas, kalian tidak perlu kaget. Snapdragon 625 memang seharusnya efisien. Namun tetap saja dengan ukuran 5,2 inchi harusnya bisa dibenamkan baterai dengan kapasitas lebih dari 2600mAh. Sebagai info tambahan, untuk mengisi baterai dari 15% ke 100% membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan menggunakan charger bawaan.

Itulah hasil uji baterai Asus Zenfone 3 ZE520KL. Dengan hasil seperti diatas seharusnya sudah cukup mumpuni jika dipakai sewajarnya. Bisa tahan seharian. Hasil bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung penggunaan, settingan perangkat, baik atau tidaknya jaringan seluler dan sebagainya.
Read more

Tuesday, November 8, 2016

Cara Melakukan Test dan Cek Hardware Sebelum Membeli Asus Zenfone 3

Biasanya sebelum membeli sebuah smartphone, baik dalam kondisi baru maupun seken, pastilah kita melakukan cek dan test pada hardware terlebih dahulu. Pengecekan hardware dilakukan agar sebisa mungkin kita mendapatkan produk yang sempurna tanpa cacat pabrik sebelum kita melakukan deal. Pengecekan Hardware smartphone ini bisa jadi hal yang rumit bagi anda yang belum tahu. Tahukah anda sebenarnya tiap-tiap vendor smartphone mempunyai kode rahasia untuk melakukan pengecekan dan pengetasan hardware apakah bekerja baik atau tidak. Dengan kode rahasia ini pengecekan dan pengetesan hardware akan lebih mudah dilakukan.

Bagi anda yang ingin membeli smartphone Asus Zenfone varian apapun baik kondisi baru atau bekas, ada baiknya anda menyimak tulisan ini. Seperti vendor-vendor lainnya, Asus juga menyediakan semacam kode rahasia untuk melakukan pengecekan dan pengetesan hardware (bagi yang belum tahu). Kode ini memang sangat berguna ketika saya membeli Asus ZenFone 3 beberapa waktu yang lalu.

Oke langsung saja, sebelum anda membeli Asus ZenFone. Ketika anda melakukan unboxing di Toko sebelum deal. Anda bisa melakukan pengecekan dan ngetest hardware Asus Zenfone dengan cara sebagai berikut:
- Hidupkan Smartphone

- Buka aplikasi "Calculator"

- Kemudian kode ".12345+=" di calculator tanpa tanda petik.
Asus Zenfone 3 SMMI Hardware test
.12345+=
Asus Zenfone 3 SMMI Test
Asus Zenfone 3 SMMI Test

Kemudian secara otomatis akan keluar aplikasi bernama "SMMI TEST". Dengan aplikasi SMMI TEST inilah kita bisa melakukan cek dan test hardware dan semua sensor-sensor pada perangkat asus Zenfone. Anda bisa melakukan tes dengan cara single test atau all test. Saran saya lakukan dengan cara single test namun secara menyeluruh. Pastikan semuanya lolos atau "PASS".
Contoh ketika melakukan multitouch test pada Asus Zenfone 3
Contoh ketika melakukan multitouch test pada Asus Zenfone 3

Nah, itulah cara untuk melakukan test hardware pada perangkat Asus Zenfone. Dengan kode yang cukup simpel kita bisa membuka aplikasi SMMI hardware test yang ada di semua varian asus zenfone. Namun jika anda benar-benar gaptek. Saran saya sebelum membeli, anda juga butuh pendamping misalnya teman yang memang mengerti seluk-beluk hardware smartphone Asus. Dengan begini anda akan meminimalisir kemungkinan untuk mendapatkan produk yang cacat pabrik. Jadi sebelum deal dalam membeli smartphone Asus Zenfone baik kondisi baru atau bekas, ada baiknya anda mengetes semua fungsi hardwae dengan cara seperti diatas.
Read more

Thursday, October 27, 2016

Review in-ear Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3, Murah tapi Kece!

Jadi ceritanya Xiaomi Hybrid saya tiba-tiba hilang sebelah suaranya. Entahlah. mungkin emang sudah waktunya atau kabelnya yang gampang putus. Berarti Xiaomi Dual Hybrid hanya bertahan kurang dari setahun sejak saya beli pada Januari 2016 yang lalu. Karena bingung earphone saya rusak, akhirnya saya memutuskan untuk membeli earphone yang baru untuk smartphone saya. Karena smartphone tanpa earphone bisa bikin saya suwung.

Karena budget yang terbatas akhirnya saya mulai hunting earphone/IEM versi kere-hore di internet. Pilihan jatuh pada earphone merek Knowledge Zenith alias KZ. Saya pun baru familiar dengan earphone merek KZ ini setelah blusukan di forum-forum audiophile di dunia maya. Konon beberapa seri earphone KZ memiliki suara yang bagus dengan harga yang murah.

Ada beberapa kandidat model dari Knowledge Zenith yang ingin saya beli. Yaitu KZ-ED09, KZ-ATE, dan KZ-ATEs. Ketiga model KZ tersebut yang sering disebut-sebut di forum audiophile. dan konon mempunyai sound quality yang bagus walaupun harganya murah. Setelah bertapa sejenak, akhirnya saya malah meminang Knowledge Zenith KZ-ZS3 with mic yang mana tipe ini tidak masuk di 3 list pilihan saya sebelumnya, entahlah.

Knowledge Zenith KZ-ZS3 with mic harganya dibawah Rp 200.000. Cukup murah menurut saya. Namun bagaimana dengan kualitasnya? Btw, Review dan ulasan saya tentang earphone ini bersifat subjektif tentunya. Karena telinga dan preferensi musik tiap orang berbeda-beda. Saya juga bukan seorang Audiophile sejati, Jadi saya tidak mungkin mereview hal-hal yang bersifat teknis.
Unboxing  Knowledge Zenith KZ-ZS3
Unboxing  Knowledge Zenith KZ-ZS3

Oke langsung saja kita unboxing. Dari tampilan boxnya sih terlihat sederhana dengan warna dominan hitam dengan font berwarna putih dan merah. Terlihat tidak rame tapi cukup elegan. Bagian depan ditutup dengan mika transparan sehingga kita bisa melihat wujud earphone dari luar. Dari box ini kita akan mengetahui jika Headphones Knowledge Zenith KZ-ZS3 ini dibuat oleh Shenzhen Yuanze Electronics Co., Ltd di China. Sayang sekali tidak ditemukan tulisan spesifikasi teknis seperti impedance, panjang kabel, etc.

Setelah box dibuka, kita akan mendapatkan earphones dengan eartips, kabel, buku manual, dan 2 pasang eartips cadangan dengan ukuran yang berbeda. Setelah saya baca-baca manualnya, ternyata juga tidak ada tulisan spesifikasi teknis dari earphone ini. Jujur baru kali ini saya beli earphone tapi ga ada tulisan spesifikasi teknis baik di box maupun buku manualnya.
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3

Beralih ke built quality. Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3 mempunyai housing dari plastik yang menurut saya tidak terlihat murahan dan desain cenderung bagus. Tidak seperti tipe lain yang eartipnya bisa lepas dengan mudah. Pada tipe KZ-ZS3 eartip sedikit susah untuk dilepas. Jadi anda tidak perlu khawatir eartip akan lepas dan ketinggalan di lubang telinga.
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3
Review Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3

Untuk kualitas kabel, ada beberapa yang saya suka seperti percabangan "Y" yang dibuat sedemikian rupa yang kelihatannya tidak mudah rusak. Kemudian pada jack 3.5mm yang berbentuk L dan sudah Gold coated. Kabelnya detachable alias bisa dicopot. Jadi jika kabelnya rusak bisa beli kabel lagi. Atau anda bisa mengganti kabel yang lebih bagus jika ingin mendapatkan sound quality yang lebih baik.
Kabel Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3

Yang saya tidak suka di bagian kabel yaitu dibagian "earhook" yang bisa dibentuk sesuai dengan bentuk telinga kita. Cukup berguna namun terlihat biasa saja materialnya.
Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3

Masuk ke bagian sound quality. Saat pertama kali saya menggunakan Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3 untuk mendengarkan musik di Spotify premium pada smartphone. Pada awalnya, saya mendapati suara yang dikeluarkan KZ-ZS3 ini biasa saja. Sempat terbesit pertanyaan "earphone macam apa ini?" Setelah ditelusuri ternyata saya kurang "pas" memasang earphone ini di telinga saya. Setelah melakukan penyesuaian, KZ-ZS3 bisa terpasang pas di telinga saya dan suara yang dihasilkan ternyata memang kece!

Menurut pendengaran saya Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3 mempunyai karakter bass yang baik. Jadi bassnya ada namun tidak berlebihan sehingga detail/clarity tidak tertutupi, Mid dan vocal bagus cenderung maju. Untuk treble cukup baik. Soundstage cukup baik. Overall, jika dibandingkan dengan Xiaomi Dual hybrid saya sebelumnya, KZ-ZS3 memiliki sound quality yang lebih baik. Setelah mencoba mendengar berbagai genre musik, sepertinya KZ-ZS3 cocok untuk mendengarkan musik akustik.
Review in-ear Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3
Review in-ear Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3

Untuk kenyamanan, Earphone Knowledge Zenith KZ-ZS3 patut diacungi jempol. Eartipnya cukup nyaman walaupun saya harus menggunakan eartip dengan ukuran paling kecil.

Kesimpulan, menurut saya Knowledge Zenith KZ-ZS3 berhasil menyajikan earphone dengan kualitas yang kece dengan harga kere-hore. Sangat worth jika anda mempunyai budget terbatas namun ingin mendapatkan sound quality yang baik. Sekali lagi review ini bersifat sangat subjektif.

Spesifikasi Knowledge Zenith KZ-ZS3

Product Name: KZ ZS3
Compatible platforms: Windows Phone, iOS, Android
Package Type: official standard
Sensitivity: 106dB / mW
Applicable type of music: rock metal type subwoofer
Impedance: 18Ω
Frequency range: 20-45000Hz
Color Classification: ZS3 paragraph ZS3 standard models with wheat
Wearing styles: hanging ear type
Headphone type: Wired
Whether the microphone: without wheat
Plug Diameter: 3.5mm
Headphone plug type: L curved
Headphone output audio source: HiFi
Cable Length: 1.3M ± 3CM
Headphone categories: mobile phone wire headset HIFI headphones noise canceling headphones Headphones
Brand: KZModel: ZS3
Read more

Saturday, October 22, 2016

Cara Membuka Panel Notifikasi dengan Swipe Fingerprint di Semua Android

Saat melihat video review Google Pixel, saya sempat tertarik dengan salah satu fiturnya yang menurut saya unik. Yaitu kita bisa membuka dan menutup panel (toggle) notifikasi dengan melakukan swipe gesture pada sensor sidik jari (fingerprint scanner). Jadi untuk membuka panel notifikasi tangan kita tidak perlu sama sekali menyentuh layar. Tinggal jari kita mengusap-usap ke atas dan ke bawah fingerprint scanner untuk membuka/menutup panel notifikasi. Sebenarnya fitur ini tidak cuma ada di Google Pixel, Huawei pun juga punya fitur ini di P9 seriesnya.

Sayangnya fitur seperti ini tidak ada pada Asus Zenfone 3 ZE520KL milik saya. Nah bagi anda yang senasib dengan saya, punya device android yang punya fingerprint sensor tapi ga ada fitur swipe fingerprint untuk membuka panel notifikasi, ada baiknya anda menyimak tutorial ini. Seorang user di XDA-developers sudah membuat aplikasi yang memungkinkan kita untuk memaksimalkan fungsi fingerprint scanner di perangkat android kita. Nama aplikasinya adalah Fingerprint Quick Action.
Membuka panel notifikasi dengan gestur swipe fingerprint scanner
Membuka panel notifikasi dengan gestur swipe fingerprint scanner

Dengan aplikasi Fingerprint Quick Action, kita bisa memanfaatkan fingerprint reader di perangkat kita untuk tombol Home, sleep, maupun untuk membuka/menutup toggle notification dengan swipe gesture seperti yang akan kita praktekan kali ini. Baiklah sebelum kita menginstall Fingerprint Quick Action, ada baiknya anda memastikan hal-hal berikut. Pertama android anda harus mempunyai fingerprint scanner (ya iyalah), kemudian android anda harus sudah berjalan pada android 6.0 marshmallow. Untuk menginstal aplikasi Fingerprint Quick Action anda tidak perlu melakukan root!
Oke, sesudah Fingerprint Quick Action terinstall, silahkan centang opsi "Enable Fingerprint Quick Action" maka aplikasi akan meminta "izin" untuk aktif. Di bagian Accessibility, set Fingerprint Quick Action ke "On". Kembali ke aplikasi Fingerprint Quick Action, kemudian centang opsi "Foreground Service". maka dengan ini aplikasi tidak akan dimatikan (kill) di system perangkat.
Membuka panel notifikasi dengan gestur swipe fingerprint scanner

Sekarang kita bisa memilih aksi cepat (quick action) yang bisa diterapkan jika kita menyentuh fingerprint scanner. Ada beberapa opsi seperti menggunakan fingerprint sebagai tombol home, sleep dan lain-lain. Karena saya ingin menjadikan fingerprint scanner untuk membuka dan menutup panel notifikasi maka saya memilih opsi "toggle notifications Panel".

Nah sekaranga saya bisa membuka dan menutup panel notifikasi pake fingerprint scanner. Aplikasi Fingerprint Quick Action bekerja dengan baik di Asus zenfone 3 Ze520KL milik saya. bagi anda yang belum mudeng dengan tutorial diatas silahkan lihat video demonya dibawah ini:

Menurut saya aplikasi Fingerprint Quick Action sudah cukup keren dan bisa berjalan di hampir semua perangkat android yang memiliki sensor sidik jari. Namun tampaknya aplikasi ini belum sempurna dan butuh peningkatan. Kedepannya semoga pengembang aplikasi ini bisa menambahkan fitur-fitur menarik lainnya sehingga fingerprint scanner bukan hanya sebagai alat pembaca sidik jari saja namun bisa digunakan untuk hal lainnya. Anda bisa mendownload aplikasi Fingerprint Quick Action secara gratis melalui link XDA-developers di bawah ini:

Download and Credits:
Fingerprint Quick Action (XDA-Developers)

Read more