Sunday, January 7, 2018

Unboxing Xiaomi Redmi 5A, Cocoklah Dengan Harganya

Pada Desember 2017 lalu, Xiaomi secara resmi meluncurkan smartphone baru bernama Redmi 5A di Indonesia. Saat peluncuran smartphone ini terjadi hype yang luar biasa besarnya. Kenapa? Karena Redmi 5A cuma disaksih harga sebesar Rp 999.000 saja, dan ini garansi resmi. Spesifikasinya, untuk harga segini sudah bisa dibilang cocok lah. SoC Snapdragon 425 dengan Ram sebesar 2GB dan memori internal 16 GB. Kameranya, yang belakang beresolusi 13 MP dengan PDAF, untuk yang depan 5 MP. Layar 5 inchi dengan resolusi 720p. Kalau masih mau protes dengan spesifikasinya, silakan lihat lagi harganya, jangan minta spek yang aneh-aneh deh.

Saya sendiri, akhir-akhir ini kurang mengikuti perkembangan Xiaomi di Indonesia. Saya tidak tahu produk smartphone Xiaomi yang baru keluar itu tipe apa saja. Namun karena saking hype nya waktu peluncuran Xiaomi Redmi 5A, saya jadi tahu produk ini. Awalnya saya tidak ingin membeli hape ini, karena kalau saya membeli hape ini sama saja dengan downgrade dong. Tapi saat melihat emak saya butuh hape cadangan buat kerjaan, diam-diam saya mulai memantau Redmi 5A.

Sejak peluncuran saya selalu memantau kapan sih hape ini mulai dijual di pasaran. Dan ternyata Redmi 5A mulai dijual melalui Flash sale di Lazada. Saya langsung mules mendengar hal ini, karena seumur hidup saya belum pernah sekalipun kebagian flash sale di Lazada. Buat apa harga murah tapi belinya rebutan.

Flash sale redmi 5A di lazada periode pertama itu tanggal 27 Desember 2017 mulai jam 11 siang. Waktu flash sale itu saya sudah stand by dengan smartphone saya sebelum pukul 11. Saya refesh-refresh terus app lazada sampai akhirnya tombol "beli" bisa di klik. Namun apa daya saat proses checkout malah error. Ya sudah memang belum rejeki.

Perjuangan untuk membeli Redmi 5A masih berlanjut. Tanggal 3 Januari 2018 jam 11 siang, flash sale Lazada untuk Redmi 5A diadakan kembali. Saya pun kembali mencoba kegoblokan flash sale ini demi seonggok hape yang murah. Pukul 10:59 tombol "beli" Redmi 5A di Lazada sudah bisa diklik, senang rasanya karena sudah bisa masuk ke proses checkout. Namun ketika sudah masuk ke pilihan metode pembayaran malah error, kampret tenan!

Pukul 11:06 saya mencoba kembali untuk membeli Redmi 5A. Sampai ke pilihan metode pembayaran lagi-lagi error. Ya sudah mungkin emang belum rejekinya dapet Redmi 5A lewat Flash sale. Ketika sudah pasrah dan merasa tidak punya kesempatan lagi, tiba-tiba ada email masuk dari Lazada yang isinya untuk segera melakukan pembayaran atas pesanan Xiaomi Redmi 5A. Wah, ternyata pembelian saya ada yang berhasil, kemudian langsung saya bayar lewat BNI Virtual Account.

Beli tanggal 3 januari 2018, tanggal 5 barang sudah sampai di rumah. Dan inilah unboxing Xiaomi Redmi 5A.  Mohon maaf jika unboxingnya terkesan asal-asalan, karena saya memang ga niat unboxing hape ini hehe..

Redmi 5A sampai rumah dengan selamat dan tidak ada cacat. Packing rapi dengan bubble wrap. Hape sampai masih dalah keadaan tersegel. Namun yang saya sayangkan kok ga ada semacam invoice/kuitansi fisik sebagai tanda bukti pembelian dari Lazada.
Box Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Box Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Box Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Box Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Jika dilihat dari boksnya, Redmi 5A ini sudah dibuat di pabrikan lokal tepatnya di PT SAT Nusapersada, Batam. Pantas saja harnganya bisa ditekan sedemikian rupa. Nah, sekarang mari kita lihat kelengkapan di dalam boxnya. Kita akan mendapatkan Redmi 5A, kepala charger, kabel data, buki manual/garansi serta sim ejector. Oh iya, kita juga sudah mendapatkan perdana Indosat ooredoo yang sudah terpasang di simtray. Ketika kita pertama kali menghidupkan hape ini, maka akan meminta Outlet ID untuk aktivasi kartu, silahkan google sendiri Outlet ID yang dimaksud.
Kelengkapan Pembelian Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Kelengkapan Pembelian Xiaomi Redmi 5A garansi TAM
Redmi 5A tampak belakang
Redmi 5A tampak belakang
Port micro USB
Port micro USB
Kamera belakang 13MP dengan PDAF
Kamera belakang 13MP dengan PDAF
tombol-tombol
Salah satu hal yang saya suka dari hape ini adalah adanya slot micro sd yang dedicated dan tidak hybrid seperti hape kekinian lainnya. Jadi yanng butuh dual sim murni tentu akan sangat tertolong dengan keputusan Xiaomi ini.
Dual sim + dedicated microsd slot
Dual sim + dedicated microsd slot
Redmi 5A sudah memakai MIUI 9 berbasis nougat
Redmi 5A sudah memakai MIUI 9 berbasis nougat
Memori internal yang bisa digunakan pada Redmi 5A varian 2/16
Memori internal yang bisa digunakan pada Redmi 5A varian 2/16
Kepala charger Redmi 5A
Review Xiaomi Redmi 5A??

Well, untuk review Redmi 5A secara keseluruhan sepertinya belum bisa saya lakukan. Selain karena saya sibuk, juga hape ini langsung dipakai oleh emak saya. Namun untuk impresi pertama saat pertama saat memegang hape ini, boleh saya katakan untuk built qualitynya cukup oke sih. Tapi tetep dari segi desain terlihat murah dan memang ga bisa kelihatan kaya hape mahal hehe.. Dari segi pemakaian, buka tutup aplikasi memang cukup terasa gegas dan responsive. Untuk kamera, walaupun sudah 13 MP PDAF dan mampu merekam video hingga 1080p, menurut saya kualitasnya ya gitu deh.. kayak harganya hehehe.. Secara keseluruhan dengan harga Rp 999.000,  Redmi 5A sudah mendapatkan spesifikasi hardware yang menurut saya masih mumpuni di tahun 2018 sebagai hape untuk chatting dan sosmed. Dengan perbandingan harga dan spesifikasi yang kita dapat menurut saya sangat worth it untuk dibeli.

Bagi anda yang sudah punya smartphone mahal tidak ada salahnya untuk membeli Redmi 5A sebagai hape Backup/ cadangan. Untuk yang suka bepergian dengan mobil atau motor dan suka mencari-cari alamat, hape ini juga layak dibeli karena GPSnya cukup akurat dan sudah dilengkapi dengan fitur kompas.


Read more

Monday, December 25, 2017

Mengatasi Playback Error Pada Adobe Premiere Pro CC 2018

Ada kejadian tidak menyenangkan ketika membuka project di Adobe Premiere Pro CC 2018. Ketika project sudah terbuka dan video-video sudah ter-load secara sempurna, kemudian kita menekan tombol Play/Space namun tidak terjadi apa-apa. Video yang sudah kita edit dengan susah payah ternyata tidak bisa dimainkan. Bahkan Adobe Premiere Pro langsung nge-freeze alias nge-hang tidak merespon apa-apa.

Jika sudah begini yang bisa kita lakukan hanya menutup secara paksa program Adobe Premiere Pro CC 2018 melalui Windows task manager. Awalnya saya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, masak hanya sekedar memainkan preview video yang sudah ada di timeline saja error. Kemudian saya mencoba untuk menginstall ulang driver VGA hingga melakukan recovery system restore, namun tetap saja playback pada Adobe Premiere Pro error.
Adobe Premiere Pro CC 2018
Adobe Premiere Pro CC 2018

Setelah melakukan googling di alam maya, ternyata masalah playback error ini memang salah satu bug yang terdapat pada Adobe Premiere Pro CC 2018. Untuk mengatasi bug ini, ada beberapa solusi dan cara yang sudah saya coba, namun belum membuahkan hasil. Tapi ada salah satu cara mudah yang berhasil untuk mengatasa hal ini.

Berikut ini adalah cara yang saya gunakan untuk mengatasi playback error yang membuat Adobe Premiere Pro CC 2018 tidak nge-freeze atau nge-hang lagi:

  • Pertama, buka menu Edit >> Preferences >> Audio Hardware
    Mengatasi Playback Error Pada Adobe Premiere Pro CC 2018
    Setting Audio Hardware Pada Adobe Premiere Pro CC 2018
  • Di menu Audio Hardware, pada "Device Class" ubah ke MME. kemudian pada "Device Input" ubah ke No Input. Kemudian klik Ok.
    Mengatasi Playback Error Pada Adobe Premiere Pro CC 2018
    Setting Audio Hardware Pada Adobe Premiere Pro CC 2018
  • Terakhir tutup aplikasi dan buka kembali program Adobe Premiere Pro CC 2018.

Cara diatas sudah terbukti bisa mengatasi bug playback error pada Adobe Premiere Pro CC 2018. Selamat mencoba.

Sumber:  https://forums.adobe.com/thread/2399507
Read more

Monday, December 11, 2017

Cara Mengaktifkan AMD-V Virtualization di BIOS Asus ROG Strix B350 F

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk merakit sebuah PC berbasis CPU AMD. Tujuan untuk merakit PC berbasis AMD ini adalah untuk menggantikan PC di rumah saya yang sudah lumayan jadul, yang boleh dikatakan sudah nyendat-nyendat kalau digunakan untuk nonton bokep dengan resolusi FHD.

Tapi kenapa AMD? Well, sejak pertama kali kenal dengan komputer, saya memang selalu setia dengan platform Intel. Namun akhir-akhir ini, terutama di tahun 2017 sepertinya platform AMD menawarkan perbandingan price to performance yang lebih baik dari Intel.

Ada pengalaman menarik ketika pertama kali menggunakan CPU AMD. Sebelumnya saya mau cerita dulu mengenai rig AMD saya. Hardware yang saya gunakan adalah APU A8-9600 Bristol Ridge yang dipadukan dengan motherboard Asus ROG Strix B350F. APU Bristol Ridge ini memang bener-bener bisa neken budget kalo dompet anda sedang kere buat beli VGA. Karena Bristol Ridge sudah dilengkapi dengan Integrated Graphic (iGP) Radeon R7 yang mana sudah bisa digunakan untuk memainkan game-game masa kini dengan setting full rata kiri wkwkwk.
AMD APU A8-9600 Virtualization Disabled
AMD APU A8-9600 Virtualization Disabled

Oke, kembali ke pengalaman menarik. Setelah sukses merakit PC berbasis AMD dan diinstall Windows 10 Pro. Saya cukup terkejut ketika melihat di Task Manager di bagian CPU Performance. Ternyata dibagian Virtualization tertulis Disabled. Saya sempat berpikir apa CPU AMD ini tidak mendukung virtualisasi seperti cpu Intel lainnya? Padahal fitur virtualisasi ini cukup penting bagi saya. Contohnya untuk menjalankan Vmware atau Android emulator macam Genymotion.

Kemudian saya mencoba untuk masuk ke setting BIOS. Lagi-lagi saya terkejut, lho kok tidak ada menu setting vt-x? Waduh payah nih, masak AMD tidak ada fitur virtualisasi. Ternyata eh ternnyata, setelah berkonsultasi dengan mbah google selama 2 menit, AMD juga punya fitur virtualisasi (hadeeeh, ya iya lah), tapi dengan nama yang agak beda dengan milik intel. Pada Intel namanya Intel Virtualization Technology (VT-x), sedangkan di AMD namanya Secure Virtual Machine (SVM). Inget namanya SVM.

Nah bagi anda yang baru saja mencoba platform AMD dan bingung mengenai cara mengaktifkan fitur virtualisasi, berikut cara mengaktifkan AMD-V SVM di BIOS motherboard Asus ROG Strix B350F. Cara ini juga bisa digunakan pada motherboard Asus dengan socket AMD AM4 lainnya dengan chipset A320, B350 dan X370.

  1. Pertama msuk ke setting BIOS dengan cara menekan tombot DEL atau F1 pada saat POST.
  2. Pilih menu Advanced, masuk ke setting CPU Configuration
    Setting AMD-V SVM di BIOS Asus ROG Strix B350F
    Setting AMD-V SVM di BIOS Asus ROG Strix B350F
  3. Pada menu SVM Mode, pilih Enabled. Kemudian tekan tombil F10 untuk menyimpan setting dan keluar dari BIOS.
    Setting AMD-V SVM di BIOS Asus ROG Strix B350F
    SVM Mode = Enabled
Virtualization Sudah aktif / Enabled
Virtualization Sudah aktif / Enabled

Setelah melakukan setting BIOS seperti langkah diatas maka fitur virtualisasi pada cpu AMD sudah aktif. Silahkan di cek pada task manager atau cobalah menjalankan aplikasi yang membutuhkan fitur virtualisasi.

Itulah cara mengaktifkan fitur virtualisasi AMD SVM pada motherboard Asus ROG Strix B3350F. Bagi yang baru beralik ke platform AMD mungkin terasa sedikit dongkol karena penamman fiturnya virtualisasinya berbeda dengan milik Intel. Setelah mengetahui namanya SVM maka setting di BIOS jadi mudah.

Read more

Sunday, September 3, 2017

Review Earphone Knowledge Zenith KZ-HDSE Bluetooth 4.1 aptX

Kali ini, mumpung ada waktu untuk nulis. Saya ingin mereview sebuah earphone bernama Knowledge Zenith KZ-HDSE Bluetooth 4.1 aptX. Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya membeli earphone dengan koneksi bluetooth dan bukan yang pakai kabel biasa. Jadi gini, dikarenakan kegiatan lapangan saya membutuhkan mobilitas yang tinggi, saya juga membutuhkan sesuatu yang serba praktis. Saya ingin tetap bisa mendengarkan musik tanpa harus terganggu dengan ribetnya menggulung dan mencolok kabel earphone.

Sempat bingung ingin membeli earphone bluetooth yang mana. Akhirnya pilihan jatuh ke Knowledge Zenith KZ-HDSE. Alasannya, saya mempunyai pengalaman manis pada produk earphone dari Knowledge Zenith sebelumnya yaitu KZ-ZS3 yang menurut saya kualitas suaranya cukup OK. Selain itu harga KZ-HDSE yang menurut saya termasuk murah, sehingga cocoklah untuk kaum kerehore seperti saya.
Kelengkapan KZ-HDSE
Kelengkapan KZ-HDSE

Ok langsung kita unboxing saja. Dilihat dari boxnya, bentuk dan warnanya mirip dengan produk Knowledge Zenith KZ-ZS3 yang pernah saya review sebelumnya. Yang kita dapatkan saat unboxing adalah; KZ-HDSE, 1 buah kabel micro USB, manual bahasa china dan 3 pasang ear-tip cadangan. Lagi-lagi yang saya sayangkan adalah kenapa tidak ada instruksi manual berbahasa inggris.
Bentuk KZ-HDSE
Bentuk KZ-HDSE

Ketika kita meraba earphone ini, yang saya rasakan adalah seperti memegang tekstur karet halus. Pada earphone sebelah kanan kita akan mendapatkan tiga buah tombol yang bisa digunakan untuk mengoperasikan perangkat ini. Selain itu juga ada microphone, port microUSB untuk charging, serta LED indikator. Pada port microUSB ada semacam penutup/pelindung yang menurut saya sulit untuk dibuka. Secara umum, built quality dari KZ-HDSE ini lumayan bagus menurut saya walaupun tidak terkesan premium.
Tombol KZ-HDSE
Tombol KZ-HDSE

Selain sudah menggunakan Bluetooth 4.1, kenggulan KZ-HDSE lain yang saya suka adalah sudah mengusung teknologi (codec) aptX yang mungkin tidak ada di earphone lain di rentang harga yang sama. Kebanyakan earphone bluetooth murah yang beredar saat ini masih menggunakan teknologi SBC (Sub Band Codec), yang jika digunakan untuk mendengarkan musik pasti terjadi penurunan kualitas dan suara musik jadi jelek.
KZ-HDSE

Apa itu AptX? AptX adalah sebuah codec yang berfungsi untk mengubah sinyal audio menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga bisa lebih mudah dipancarkan dan diterima oleh perangkat bluetooth secara efisien. Keunggulan codec aptX diatas SBC yaitu, aptX berjalan pada bitrate sebesar 354 kb/s dan tidak naik-turun. Sedangkan SBC hanya berjalan pada bitrate dibawah 200 kb/s. Secara kualitas suara tentu aptX lebih unggul karena bisa menghasilkan suara dengan kualitas setara CD. Untuk masalah latency, aptX masih diatas SBC. AptX mempunyai latency 40 milidetik, sedangkan SBC mempunyai latency sebesar 220 milidetik. Latency ini akan terasa jika kita menonton video youtube atau film. Jika latency terlalu besar maka akan terjadi delay antara gambar dan suara yang kita dengar. Jadi akan terasa tidak sinkron antara mulut dan suara. Jadi jika anda ingin mendengarkan musik via earphone bluetooth. Pastikan sudah mendukung codec minimal aptX atau bahkan yang lebih baru aptX HD. Pastikan juga perangkat atau smatrphone anda juga sudah mendukung teknologi aptX.

Untuk menghubungkan KZ-HDSE ke smartphone caranya mudah. Hidupkan bluetooth di smartphone, untuk melakukan pairing pertama kali. Tekan dan tahan tombol play di KZ-HDSE yang letaknya di tengah selama beberapa detik sampai terdengar "power on", tetap tekan dan tahan beberapa detik lagi sampai masuk ke mode pairing. Pada bluetooth smartphone akan terdeteksi sebagai "HDSE". Jika sudah paired dan connected, tak lama kemudian akan muncul logo "Qualcomm aptX" di layar smartphone jika smartphone anda sudah support aptX. Oh iya, smartphone yang saya gunakan adalah Asus Zenfone 3 ZE520KL.
Pairing KZ-HDSE ke Asus Zenfone 3 ZE520KL
Pairing KZ-HDSE ke Asus Zenfone 3 ZE520KL

Untuk kualitas suara, jujur KZ-HDSE masih dibawah KZ-ZS3. Mungkin karena KZ-ZS3 koneksinya pake kabel, sedangkan KZ-HDSE pake bluetooth. Walaupun sudah pakai teknologi aptX namun tetap saja earphone dengan kabel akan lebih bagus dalam menghantarkan sinyal audio. Untuk kualitas bass, boleh dikatakan KZ-HDSE cukup ok lah. Namun untuk treble menurut saya agak kurang, ibaratnya kita mau lompat setinggi mungkin tapi malah kepentok atap.

Menurut klaim, baterai KZ-HDSE bisa bertahan selama 10 jam jika dipakai secara terus-menerus. Namun setelah saya uji sendiri untuk mendengarkan musik dan nonton film. Baterai KZ-HDSE bisa bertahan selama 9,5 jam dari kondisi terisi penuh hingga benar-benar mati. Ada yang sedikit aneh dengan peringatan baterai pada KZ-HDSE. Jika baru digunakan 1-2 jam akan terdengar peringatan "Battery medium", padahal battery masih banyak.

Kelemahan KZ-HDSE adalah, mungkin karena pakai koneksi bluetooth, jadi suara yang terdengar kadang suka putus-putus. Kemudian, walaupun sudah menggunakan codec aptX yang katanya minim latency. Namun kadang saya menemukan latency yang menganggu ketika nonton video atau film. Misalnya ketika saya nonton serial Game of Thrones season 7 kemarin, kadang tidak sinkron antara suara dan gerakan mulut sang aktor. Jika sudah begini saya selalu disconnect kemudian re-connect KZ-HDSE supaya suara dan gambar menjadi sinkron kembali.

Review KZ-HDSE setelah 4 bulan

Saya membeli earphone KZ-HDSE pada awal bulan Mei 2017 seharga Rp 175.000 di toko online. Dan saat review ini ditulis yaitu awal bulan September 2017, berarti saya sudah menggunakan KZ-HDSE selama 4 bulanan. Saya setiap hari membawa KZ-HDSE didalam tas ketika tugas lapangan. Saya setiap hari menggunakan KZ-HDSE untuk mendengarkan musik, nonton video dan film. Saya suka menggunakan KZ-HDSE karena tidak perlu repot-repot menancapkan kabel ke smartphone ketika ingin mendengarkan musik. Walaupun harus dibayar dengan kualitas audio yang tidak sebaik menggunakan earphone yang menggunakan kabel.

Selama pemakaian 4 bulan ini belum ada keluhan dan kerusakan yang berarti. Hanya saja karet penutup microUSB sudah patah karena saya membukanya dengan kasar. Selain itu fisik KZ-HDSE masih mulus. Salah satu perhatian terbesar saya adalah baterai pada KZ-HDSE. Pada waktu pertama kali beli, baterei KZ-HDSE sanggup bertahan hingga 9,5 jam. Seiring pemakaian terus menurus selama 4 bulan, kini baterai KZ-HDSE hanya sanggup bertahan hingga 7-8 jam saja.
KZ-HDSE
KZ-HDSE

Kesimpulan

Dengan harga yang kerehore, kita sudah bisa mendapatkan bluetooth earphone dengan fitur aptX dan baterai yang bisa bertahan hinggan 10 jam. Namun begitu untuk kualitas suara, KZ-HDSE agak kurang jika dibandingkan dengan earphone yang menggunakan koneksi kabel.

Referensi:
 https://www.lifewire.com/what-is-aptx-3134709
https://en.wikipedia.org/wiki/Lossy_compression
Read more

Monday, July 10, 2017

Cara Setting Jam di MID Suzuki Ignis 2017

Bagi kalian yang baru menjamah mobil Suzuki Ignis dan belum mudeng-mudeng amat mengenai cara setting MID-nya, silahkan simak tulisan ini. Karena kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara menyeting atau mencocokkan jam yang ada di MID Suzuki Ignis 2017. Sebenarnya cara setting jam ini sudah tertulis sempurna pada buku manual Ignis, namun saya yakin banyak dari kalian yang malas membaca buku manual yang tebal itu dan lebih memilih mencari caranya di google.

Multi Information Display (MID) pada Suzuki Ignis boleh dibilang cukup lengkap dan informatif. Dari ini MID ini kita bisa mengetahui banyak hal seperti odometer, trip, posisi gigi (untuk versi AGS), instant fuel economy, rata-rata kecepatan, rata-rata konsumsi bahan bakar, waktu berkendara, indikator bahan bakar, dan jam. Nah, bagi saya fitur jam ini walaupun sangat sepele namun sangat berguna untuk mengetahui waktu saat berkendara. Ketika berkendara daripada repot-repot melihat jam tangan, lebih efisien kita melihat jam yang ada di MID.

Masalahnya ketika saya baru pegang si Ignis, ternyata jam di MID belum di setting mengikuti waktu yang ada. Kemudian saya mencari tahu cara setting jam di buku manual Ignis. Setelah membaca buku manual yang tebal itu, akhirnya saya malah tambah bingung. Nah, untuk setting jam sebenernya sangat mudah untuk generasi millennial, tapi akan menjadi sulit jika yang melakukan adalah orang-orang dari generasi baby boomers.
Suzuki Ignis menjelajah desa
Suzuki Ignis menjelajah desa

Berikut ini adalah cara setting jam yang ada di MID Suzuki Ignis. Sebelum melakukan setting, sebaiknya anda mengenali tiga tombol ini, yaitu Trip, Info, dan tombol +/-. Tombol-tombol ini letaknya disamping kanan Instrument Cluster. Tombol "Trip" fungsinya untuk melihat jarak tempuh/trip "A" dan Trip "B". Tombol "Info" untuk melihat informasi seperti rata-rata konsumsi bensin, kecepatan rata-rata, dan sebagainya. Tombol "+/-" fungsinya untuk menambah dan mengurangi kecerahan layar MID. Jika sudah menguasai ketiga tombol tersebut anda sudah bisa memulai menyeting jam.

Tombol Trip, Info, dan +/- di Suzuki Ignis 2017
Tombol Trip, Info, dan +/-


  1. Pertama, putar kunci kontak ke possisi "On". Jika anda menggunakan yang keyless, Ubah Ignition Switch ke "On" dengan cara tekan tombol Start/Stop Engine tanpa menginjak kopling (yang tipe manual) atau tanpa menginjak rem (yang tipe AGS). Atau kalau ga mau ribet hidupkan saja mesin ke posisi idle.
  2. Untuk bisa menyeting jam, kita harus masuk ke mode setting terlebih dahulu. Caranya dari tampilan utama MID, Tekan dan tahan tombol "Info" selama 3 detik.
    Tampilan utama MID Suzuki Ignis 2017
    Tampilan utama MID Suzuki Ignis 2017
  3. Setelah masuk ke mode setting, cari "Clock Setting" dengan cara menekan tombol "+/-".
    Setting mode MID Suzuki Ignis 2017
    Setting mode MID Suzuki Ignis 2017
  4. Setelah nemu menu "clock setting" kemudian pencet tombol "Info".
  5. Setelah masuk ke menu Clock Setting, silahkan pilih menu "Adjust clock" menggunakan tombol "+/-" kemudian pencet tombol "info".
    Adjust Clock MID Suzuki Ignis 2017
    Adjust Clock MID Suzuki Ignis 2017
  6. Setelah masuk ke menu Adjust clock, anda bisa menyeting jam dengan cara menekan tombol "info", kemudian anda bisa menambah dan mengurangi jam dengan tombol "+/-". Jika sudah, tekan tombol "Info", maka akan beralih ke settingan menit. Sama seperti menyeting jam, jika sudah selesai silahkan pencet tombol "info". Jika berhasil akan muncul tulisan "successful".
    Setting jam di MID Suzuki Ignis
    Setting jam di MID Suzuki Ignis
  7. Kita juga bisa menyetel format waktu 12H atau 24H.
    Setting clock format
    Setting clock format
  8. Jika sudah, kembali ke setting mode dengan cara dari Clock Setting pilih "back" menggunakan tombol "+/-" kemudian tekan tombol "info". Kemudian pilih "back" lagi untuk kembali ke tampilan utama MID.

Oke, itulah cara mudah untuk melakukan setting jam di MID Suzuki Ignis 2017. Sebenarnya sangat mudah jika kita sudah mengenal fungfi-fungsi tombolnya dan tidak malas membaca buku manual yang tebal itu.
Read more

Tuesday, February 28, 2017

Cara Upgrade Sendiri Kartu USIM Tri Lama Ke USIM 4G dengan PakeTRI 4G ON

Diam-diam Tri sudah meningkatkan Coverage area untuk sinyal 4G-nya. Yup, setelah saya cek di area saya ternyata sudah ada sinyal 4G dari Tri. Walaupun sinyal 4G Tri di tempat saya masih timbul tenggelam dan tidak sebaik operator lain. Bagi anda yang ingin nyicip gimana kecepatan koneksi 4G nya Tri, bisa beli perdana Tri yang sudah support koneksi 4G. Namun, bagaimana jika anda ingin mempertahankan nomor Tri lama anda yang notabene belum mendukung 4G, tapi ingin nyicip kecepatan 4G?

Pada tutorial kali ini saya akan membagikan bagaimana cara upgrade sendri kartu USIM Tri lama anda ke USIM baru yang sudah support 4G. Anda tidak perlu pergi ke Tri Store untuk melakukan upgrade USIM 4G ini. Cukup dengan membeli kartu perdana PakeTRI 4G ON. Nantinya, USIM pada PakeTRI 4G ON bisa anda gunakan untuk mengganti SIM card lama anda, tapi tetap menggunakan nomor lama anda. Oke, langsung saja, berikut ini adalah langkah-langkah mengganti karu SIM Tri lama ke USIM 4G dengan PakeTRI 4G ON:


  1. Cek apakah wilayah anda sudah tercover jaringan 4G Tri, silahkan cek coverage 4G Tri di wilayah anda melalui http://tri.co.id/coverage 
    PakeTRI 4G ON
    PakeTRI 4G ON
  2. Jika daerah anda sudah tercover jaringan 4G Tri, silahkan beli kartu perdana PakeTRI 4G ON di Alfamart atau kios-kios Tri.
  3. Dibelakang kartu USIM PakeTRI 4G ON, terdapat angka ICCID. Kirimkan angka ICCID ini melalui nomor kartu lama melalui SMS dengan format SMS<spasi>20 angka ICCID di USIM PakeTRI 4G ON kemudian kirim ke 123, atau dengan tekan *123*46# lalu masukan 20 angka ICCID USIM PakeTRI 4G ON.
    ICCID pada PakeTRI 4G ON
    ICCID pada PakeTRI 4G ON
    Mengirim ICCID lewat sms
  4. Jika berhasil, maka sinyal di kartu lama akan hilang.
  5. Copot kartu lama dari smartphone, kemudian masukan USIM PakeTRI 4G ON. Kini anda sudah bisa menikmati koneksi 4G LTE Tri dengan kartu USIM baru, namun tetap menggunakan nomor lama anda.
    Pergantian USIM 4G baru Tri sukses. Sinyal 4G sudah terdeteksi.
    Pergantian USIM 4G baru Tri sukses. Sinyal 4G sudah terdeteksi.


Dengan harga Rp50.000 ketika membeli perdana PakeTRI 4G ON, kita tidak hanya mendapatkan USIM 4G saja. Kita juga mendapatkan Voucher pulsa Rp50k yang bisa kita gunakan untuk apapun. Kemudian kita juga mendapatkan Voucher kuota 4G LTE sebesar 5GB dengan masa aktif 30 hari.

Namun, ada hal yang membuat saya merasa seperti sedang dizolimi. Yaitu ketika saya mencoba mengisikan voucher pulsa dan kuota yang didapat dari PakeTRI 4G ON. Ketika saya mengisikan voucher pulsa dan kuota bonusan itu, saya malah mendapatkan pesan seperti ini "Maaf, kode voucher yang kamu masukan belum aktif. Silakan kembali ke toko tempat kamu membeli. Info:123." Bonusan voucher kuota dan pulsa ini seperti sia-sia saja.
Maaf, kode voucher yang kamu masukan belum aktif. Silakan kembali ke toko tempat kamu membeli. Info:123.

Nah, jika kalian juga mendapat pesan seperti di atas ketika mengisi voucher. Kalian bisa kembali ke toko dimana anda membeli PakeTRI 4G ON untuk mengaktifkan kode induk atau apalah. Jika kalian belinya di minimarket berdoa saja semoga kasir yang melayani anda mudeng soal PakeTRI 4G ON.

Oke itulah ganti kartu SIM Tri lama ke kartu SIM 4G baru sendiri tapi tetep pakai nomor lama. Menurut saya metode upgrade kartu SIM seperti ini paling mudah dan tidak ribet. Anda bisa melakukan upgrade sendiri tanpa pergi ke Tri store atau mengeluarkan biaya ekstra. Cukup dengan membeli perdana PakeTRI 4G ON seharga Rp 50k.
Read more

Wednesday, February 22, 2017

Review Bluetooth Gamepad iPega PG-9062S Dark Fighter

Main game di smartphone kadang kurang lengkap jika tidak pakai Gamepad. Ya, karena memang ada bebeapa game di smartphone yang lebih enak jika dimainkan dengan gamepad atau controller. Selain itu bermain game android menggunakan gamepad membuat permainan mudah dikontrol secara akurat. Berbicara soal Gamepad untuk smartphone android tentu kita sudah tidak asing lagi dengan merek iPega. Beberapa seri wireless gamepad iPega memang harganya relatif terjangkau, sehingga sangat cocok bagi manusia yang mementingkan aspek kerehore namun berkualitas.

Saya suka sekali memainkan game retro di emulator semacam NES dan SNES di android untuk sekedar flashback ke memori masa kecil yang ceria. Bisa dibayangkan jika memainkan game emulator seperti ini tanpa gamepad tentu agak menyusahkan. Apa lagi jika anda sangat memikirkan kenyamanan saat bermain kemudian melihat tampilan tombol-tombol di layar yang harus anda pencet-pencet. Hal ini akan mengurangi feel bermain dan nostalgia anda dalam bermain game retro jadi terganggu.

Oleh karena itu saya memutuskan untuk membeli Bluetooth Controller Ipega PG-9062s Dark Fighter, agar nostalgia dalam bermain game-game retro di android bisa mencapai titik klimaks. Saya membeli Gamepad Ipega PG-9062s melalui online seller di Toped dengan harga yang boleh dibilang lebih murah dare seller yang lain. Ok, langsung saja unboxing ya..
Unboxing iPega PG-9062S Dark Fighter
Unboxing iPega PG-9062S Dark Fighter
Spesifikasi iPega PG-9062S Dark Fighter
Spesifikasi iPega PG-9062S Dark Fighter 

Saya kurang paham mengapa Gamepad Ipega PG-9062s yang ini mendapat embel-embel Dark Fighter, dan mengapa bukan Dark Gombez atau lainnya. Mungkin supaya terlihat keren saja. Tapi ketika melihat Boxnya secara langsung memang keren sih. Ketika segel dan box dibuka kita akan mendapatkan 1 unit Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter, 1 buah kabel micro USB, dan buku manual.

Dari bentuknya, Gamepad Ipega PG-9062 dark fighter memang cukup keren, mirip dengan gamepad konsol 360 yang terkenal itu. Konfigurasi tombolnya pun mirip. Di bagian tengah controller ini terdapat holder untuk smartphone yang bisa dilipat. Holder smartphonennya bisa di adjust secara teleskopik agar bisa menyesuaikan lebar smartphone, dan bagian sisi dalamnya ada semacam bantalan karet agar bisa menahan smartphone. Di tengah juga ada beberapa led indikator untuk menunjukkan mode yang sedang digunakan. Jadi Gamepad Ipega PG-9062 bisa digunakan untuk beberapa mode seperti game mode, mouse mode, atau keyboard mode. Tiap-tiap mode bisa diaktifkan dengan menahan kombinasi tombol Home + X, Y, A, atau B. Kita juga bisa menemukan port micro USB untuk charging. Di samping port micro USB tersebut terdapat LED indikator yang akan menyala jika kita sedang melakukan charging atau melakukan koneksi ke PC.
iPega PG-9062S Dark Fighter
iPega PG-9062S Dark Fighter 
port micro usb
Port micro usb
Holder smartphone pada iPega PG-9062S Dark Fighter
Holder smartphone pada iPega PG-9062S Dark Fighter

Untuk Built Quality sendiri, pada Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter saya akui cukup OK. Analog stick nya jika dipegang ada kesan soft. Kemudian pada bagian bawah gamepad ini yang berwarna hitam seperti dilapisi semacam karet, sehingga ketika dipegang akan memberi kesan lembut dan nyaman. Sayangnya tidak semua tombol di Gamepad Ipega PG-9062 Dark Fighter ini enak untuk dipencet. Di Bagian D-PAD (tombol arah) gamepad ini rasanya agak keras jika dipencet, entahlah rasanya seperti mencet tombol navigasi yang ada di DVD player, TV atau perangkat elektronik rumah tangga lainnya.

Jika kalian hobi merakit elektronika, pasti kenal yang namanya Tactile Push Button yang bunyi "cetik-cetik" ketika ditekan. Nah bagian dalam D-Pad pada Gamepad Ipega PG-9062 ini juga menggunakan komponen Tactile Push Button yang keras itu. Untuk bagian D-Pad sih harusnya pake komponen Rubber/membrane button yang lembut, jadi enak untuk ditekan.
Tactile push button
Tactile push button
Menggengam  iPega PG-9062S Dark Fighter
Menggengam  iPega PG-9062S Dark Fighter
Bagian bawah  iPega PG-9062S Dark Fighter ini terasa lembut jika dipegang
Bagian bawah  iPega PG-9062S Dark Fighter ini terasa lembut jika dipegang

Koneksi ke bluetooth android bisa dibilang cukup mudah. Pertama hidupkan bluetooth di perangkat smartphone. Kemudian pada gamepad tekan dan tahan tombol Home dan X secara bersamaan sampai gamepad menyala dan bergetar. Maka Gamepad akan masuk ke game mode dan akan terdeteksi sebagai PG-9062S di perangkat bluetooth, kemudian connect. Maka Ipega PG-9062s Dark Fighter sudah otamatis terkoneksi ke smartphone.
Koneksi iPega ke bluetooth Zenfone 3 Ze520kl
Koneksi iPega ke bluetooth Zenfone 3 Ze520kl

Saya sudah menggunakan Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter untuk memainkan game-game retro NES/SNES di Asus Zenfone 3ZE520KL, dan sejauh ini cukup memuaskan. Selain itu saya juga menggunakan Gamepad ini untuk memainkan game-game seperti Asphalt 8, Asphalt Xtreme, Dan The Man, dan Magic Rampage.
Game Asphalt sudah support iPega PG-9062S dan tidak usah lagi melakukan key remapping
Game Asphalt sudah support iPega PG-9062S dan tidak usah lagi melakukan key remapping

Daya tahan baterai Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter cukup ok. Klaim di buku manual, baterai gamepad ini bisa bertahan selama 10 jam jika dimainkan secara continuous dalam sekali charge. Tapi pada kenyataannya, Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter bisa tahan lebih dari sepuluh jam ketika saya gunakan untuk ngegame. Jika anda tidak memencet tombol di gamepad ini dalam kurun waktu tertentu, biasanya beberapa menit, saya lupa tepatnya. Maka gamepad akan mati sendiri agar baterainya tidak cepat habis. Untuk mengisi baterai gamepad ini cuma butuh waktu satu jam-an. Jika sedang mengisi baterai LED akan menyala warna oranye, jika baterai sudah penuh tandanya LED akan mati.
Zenfone 3 ze520kl dipasang ke iPega PG-9062S
Zenfone 3 ze520kl dipasang ke iPega PG-9062S
Holder pada iPega PG-9062S bisa disesuaikan dengan lebar smartphone
Holder pada iPega PG-9062S bisa disesuaikan dengan lebar smartphone

Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter juga bisa buat main game di PC atau laptop, tapi saya belum pernah nyoba si. Tinggal dikoneksikan ke bluetooth dongle atau langsung dicolok dengan kabel USB bawaan.

Kesimpulan, Gamepad Ipega PG-9062s Dark Fighter memang Ok untuk main game di android, asalkan gamenya juga support untuk dimainkan dengan controller. Yang saya suka adalah bodinya yang enak untuk dipegang, namun karena gamepad ini juga tempat untuk meletakkan smartphone, jadinya agak berat dan pegel kalau untuk ngegame lama-lama. Tombol-tombolnyaa cukup enak untuk dimainkan kecuali untuk bagian D-pad tombok arah yang menurut saya kurang empuk. Tapi kalau kalian jarang pake tombol D-pad arah ya berarti ga masalah. Untuk built quality sesuailah dengan harganya.
Read more